Tampilkan postingan dengan label Experience. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Experience. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Maret 2013

Kau Takkan Mencari Aku


Awalnya aku tak tau harus bagaimana menanggapi hari Senin yang bagi anak sekolah adalah hari Paling menakutkan.
Aku menjalani aktifitasku seperti biasa, bangun pukul 5 pagi dan berangkat pukul 06.15 pagi.
Tepat pukul 7 kurang 15 menit aku sampai dimana aku menimba ilmu dan belajar segalanya, menemukan teman yang mampu menerimaku apa adanya tanpa ada paksaan sedikitpun semuanya aku temukan di sebuah tempat yang bernama “Sekolah”.

Ketika akan menaiki tangga, aku melihat sosok adek kelas perempuan yang pernah diceritakan oleh dia , ku pandangi wajahnya dari jarak jauh sampai-sampai adek kelas perempuan itu melihat ku kembali.
Tak lama kemudian aku menaiki tangga dan menuju ke kelas, setelah sampai pada lantai 2 arah toilet perempuan pun ku lihat, tiba-tiba ada teman yang menegurku dan memanggil namaku yang aku kira siapa ternyata temanku bernama Tiwi.
Tiwi mengarahkan senyum manisnya ke diriku dan tak lupa aku membalasnya juga dengan senyumanku.

Setelah bertegur sapa, aku melanjutkan ke arah kelas, yap seperti biasa sebelum aku menuju ke kelas dimana aku belajar, aku selalu melihat ke arah kelas-Nya.
Kelas yang selama aku menyukainya selalu ku takuti jika aku melewati kelas tersebut, entah karena apa, aku tak ingin melihat sosok yang membuat jantungku berdebar seakan ingin lepas dari tubuhku.
Tapi bukan berarti aku tak ingin bertemu dengannya, hanya saja setiap melewati kelas itu aku ingin seperti memanggil namanya.

Tak ingin berlama-lama takut aku di curigai aku pun melanjutkan langkah kakiku menuju kelas, setelah sampai ku lihat teman-temanku sedang asik mengobrol, entah mengobrol apa aku tak tau.
Ku lihat suasana kelas yang sepi, hanya ada temanku Steven dan teman-teman yang satu deretan sebangku denganku.
“Hai” seperti biasa aku selalu menyapa teman-temanku dengan sangat ramai, sampai-sampai mereka terkadang kesal mendengar keramaianku menyapa mereka.
Setelah aku menyapa teman-teman, ku lanjutkan dengan mendengar musik tak lupa juga headset yang selalu ku bawa ku pakai juga.
15 menit berlalu, bel berbunyi dan pelajaran pun dimulai , dengan berat hati hari pertama setelah hari Minggu harus ku jalani kembali, ya mau tak mau harus tetap jalani.

Pelajaran pertamaku hari Senin adalah Bahasa Indonesia, ya bahasa Negriku sendiri, Ibu Maria pun memasuki ruang kelasku dan semua anak memberi sambutan hormat dengan memberikan salam selamat pagi untuknya.
Ibu Maria memberikan materi pelajaran, sambil belajar ia selalu bercerita dan mengingatkan kami semua yaitu sebuah “FOTO”, yap foto yang harus kami bawa agar raport kami dapat ditulis data-datanya.
Mungkin Ibu Wali Kelasku ini sudah hampir lelah mengingatkan kami semua untuk membawa foto, ya lelah sudah pasti karena hampir dari semester 1 ia mengingatkan kami untuk membawa foto.
Tapi mau bagaimana, bagi kelasku membawa itu bagaikan membawa barang yang benar-benar berat sehingga tidak pernah dibawa, padahal foto yang harus dibawa hanya 2 lembar dengan ukuran 2X2 dengan menggunakan seragam sekolah.

Bayangkan betapa malasnya kelas kami untuk membawa foto itu, bukan tak mau dibawa hanya saja penundaan untuk membawa dan rasa malas yang melanda menambah lengkap semuanya hanya untuk membawa sebuah foto.
Dan besok Selasa adalah hari terakhir membawa foto, ya kita lihat saja apakah ada yang membawa foto seperti permintaan Wali Kelasku itu, atau tidak ada yang membawa sama sekali dan seperti biasa penundaan dan kemalasan muncul.
Bel pun berbunyi dan pelajaran Bahasa Indonesia sudah berakhir, dan harus dilanjutkan dengan Pelajaran berikutnya yaitu Sosiologi.
Ibu Maria keluar kelas untuk mengisi kelas berikutnya.

Pelajaran Sosiologi pun dimulai.
 Ibu Etty membahas soal-soal Ujian Tengah Semester yang kemarin di ujiankan.
Setelah selesai membahas soal  bel istirahat pertama  berbunyi.
Semua anak pergi ke kantin SMA, tapi tak terkecuali Aku, Ivania, Tiwi, dan Nancy.
Kami ber empat memilih pergi ke kantin atas untuk makan nasi uduk langganan kami untuk mengisi perut kami yang sudah dari tadi lapar.
Istirahat pertama aku tak bertemu dengannya, ya mungkin Tuhan akan mengijinkan untuk aku bersabar.

Sekarang memang aku ingin menghindar darinya, bukan tak mau bertemu, tapi aku hanya ingin lihat apakah reaksinya jika aku bertemu dengannya.
setelah habis mengisi perut,  kami menuju kelas dan pelajaran berikutnya dimulai.
saat itu suasana kelas sedang ramai, anak-anak pada asik mengobrol, tak lama kemudian guru BK memasuki kelas dan semua anak memberi salam.
Guru BK memberikan informasi penting soal pekerjaan-pekerjaan dan menyuruh kami berdiskusi dengan teman sebangku apa yang akan dilakukan setelah lulus SMA.

Aku pikir ini adalah hal menarik, sambil aku bertanya pada Sri apa yang akan dilakukan olehnya setelah lulus SMA.
Hampir 30 menit diskusi aku dan Sri belum kelar-kelar juga bahkan sampai bel berbunyi.
Setelah pelajaran BK selesai lalu dilanjutkan dengan pelajaran Sejarah .
Kami pun diberikan tugas oleh Bu Noor untuk mengerjakan soal-soal Ujian Tengah Semester yang harus dikerjakan dengan cara essai.

Kringg... Bel kedua istirahat berbunyi.
Temanku mengajakku untuk membeli air minum di kantin, ah sebenarnya aku malas untuk pergi kesana, karena pasti aku akan bertemu dengannya.
Tapi mau bagaimana lagi, daripada temanku ngambek karena tak mau aku temani lebih baik, aku ikut saja menemaninya membeli air minum.
Dan ternyata benar, sebelum aku menuju ke kantin aku berpapasan dengannya .
Jantungku berdetak lebih kencang saat itu, ingin tersenyum tapi malu, ingin pergi tapi masih ingin melihat wajahnya.
Aku pun berhenti sejenak menatapnya sebentar lalu pergi menuju kantin, sambil berjalan menuju kantin aku tersenyum mengingat pertemuanku dengannya tadi. Seandainya aku bisa lebih lama menatapnya, ah pikiran khayal ku muncul lagi.

Setelah selesai membeli air minum, aku dan temanku menuju kelas.
Entah mengapa aku ingat akan apa yang aku rencanakan, aku pun menyuruhku temanku untuk ditangga saja sampai istirahat berbunyi.
Bel istirahat kedua berbunyi tanda pelajaran akan dimulai, aku dan teman-temanku masih berada ditangga.
Sedang asik mengobrol membicarakan orang yang disukai oleh Nancy sambil tertawa-tawa.
Tiba-tiba dia datang melewati tangga dan melihat ke arahku lalu menuju ke kelasnya, ah aku bertemu lagi dengannya.
Padahal aku sudah mengindar darinya agar tak bertemu, tapi dia lewat dan memandangku dengan tatapan itu.
Bagaimana bisa seperti diluar rencana begini sih.

Setelah melihatnya aku dan temanku kembali ke kelas, dan pelajaran dimulai.
Aku menyelesaikan tugasku yang diberikan guru Sejarah, sibuk mencari jawaban di buku catatan,
Secara tiba-tiba wajahnya yang tadi ku temui terlintas di benakku.
Konsentrasiku pun menjadi buyar, lalu aku memukul kepalaku agar wajahnya tak terbayang di mataki dan pikiranku.
Sejenak aku bisa menghilangkan wajahnya dan melanjutkan tugasku, tapi saat sebelum doa, wajah itu melintas lagi.
Dia seperti hantu buatku, datang tanpa diperkirakan dan pergi begitu saja dengan sejuta tanda tanya.
 Saat doa pulang dan sampai bel pulang wajahnya tetap menghantui pikiranku.
Ketika bel berbunyi, aku segera menarik tangan temanku agar segera pulang, dan aku berhasil, Saat pulang aku tak bertemu dengannya.

sampai dirumah, ku baringkan tubuh yang lelah ini menuju kasur untuk istirahat.
makan siang pun ku lewatkan, agar aku dapat istirahat lama.
Jam 5 sore aku bangun dan mengambil headset untuk mendengarkan musik, saat itu pulsaku sedang habis dan belum sempat isi pulsa.
Pulsa tak ada banyak yang mengirimiku sms, disaat pulsa ada hanya sedikit yang mengirimiku sms.
Sengaja aku tak membalas sms dari teman-temanku, entah karena malas atau memang aku malas isi pulsa.
Aku melirik jam dinding kamarku, dan ternyata sudah jam 6.
Aku menuju kamar mandi dan setelah selesai aku sih berencana untuk isi pulsa, ya sekedar online aja.

Selesai mandi, aku berjalan menuju konter pulsa dekat rumahku, dan tak lama kemudian ku nyalakan paket internetan dan siap untuk online.
Entah kenapa tiba-tiba aku merasakan sakit di dada dan air mataku seakan ingin menangis.
Tapi aku tak tau apa penyebabnya, lalu ku buka sebuah situs  dan menemukan sesuatu.
Ya sesuatu yang benar membuat hati ini seakan teriris-iris, ku usapkan tanganku dengan lembut di dada, agar aku lebih tabah melihatnya.
Ku baca semua yang ku lihat, tak terasa aku benar-benar menangis dan terasa seperti dadaku yang sangat sakit.
Sakit melihat apa yang di tulis oleh seorang perempuan, aku berusaha menahan sakit ini.
menahan semuanya, mencoba tersenyum disaat aku menangis, mencoba tertawa  dan menganggap apa yang aku lihat tadi hanya sebuah mimpi buruk.

Perasaan apa ini, mengapa aku menangis? Bukankah aku harus bahagia?
Karena pada akhirnya dia menemukan orang yang benar-benar dapat membuatnya nyaman.
Seharusnya aku berterima kasih pada perempuan itu, karena dia sudah berbaik hati menulis pengalaman bersama orang yang aku sukai.
Mencoba tegar namun sulit tapi harus ku jalani itulah gambaran saat aku melihat semua tulisan itu.
Perempuan itu sedang bahagia, sampai-sampai baginya orang yang aku sukai adalah malaikat yang turun dari surga untuk menemaninya berbicara sesuai dengan tulisannya.

Entah apa yang aku rasakan saat ini, ingin menangis sudah pasti sangat kecewa sudah tentu.
aku pun termenung “apakah aku hanya angin buatnya? Lalu buat apa tatapannya tadi terhadapku? Buat apa aku memikirkan orang yang jelas-jelas sedang bahagia sekarang bersama orang baru yang ada dihatinya?” sudahlah aku tak perlu mengingat semua ini.
Ini hanya membuat hatiku semakin sakit, semakit menderita jika aku mengenangnya.

Tapi apakah aku harus melupakannya setelah kejadian itu? tidak..
Hatiku belum sanggup atas semua itu, tapi akan ku pastikaan semua itu akan terjadi walaupun agak lama dan menambah rasa sakit hatiku. 

Senin, 19 November 2012

Hadiah untuknya ☺


Memang indah rasanya jika saat ada yang berulang tahun diberi sebuah hadiah, apalagi itu oleh orang yang disayangi.
Sebuah kisah yang mengisahkan sebuah gadis yang kebingungan mencari kado untuk si dia.
Kamu tau? Bagaimana perjuanganku yang sangat berat dari 3 bulan yang lalu, terbuang percuma
Hanya karena dia mengecewakanku..
Itulah yang terjadi pada diriku sekarang, aku hanya seorang gadis bodoh yang selalu mengharapkan
Datangnya keajaiban cinta yang selama ini aku tunggu, dan nyatanya tak ada atau tak muncul juga sampai sekarang?
Mungkin karena aku terlalu bodoh, aku yang terlarut dalamnya cinta dan tak memperdulikan
Duniaku.

Setiap hari aku memimpikannya menjadi pangeran yang selalu membuatku tersenyum,
Kayalan yang selalu terbayang “dapatkah aku menjadi pendampingnya, menghiburnya saat sedih, membuatnya nyaman terhadapku, membuatnya tersenyum karenaku, membuatnya bangga karena perjuanganku” itu lah yang selalu aku pikirkan dalam khayalan bodohku setiap malam.
Selama 3 bulan aku berusaha membuatnya tersenyum lebih dalam saat hari ulang tahunnya, tapi nyatanya aku gagal.
Aku tak mampu membuatnya tersenyum saat hari ulang tahunnya, aku yang terlalu ceroboh sehingga dia menjauhiku sampai sekarang hanya karena sepucuk surat dan hadiah yang kuberikan padanya.

“APAKAH AKU BERSALAH?“
Pertanyaan yang selalu terbenang dalam kehidupanku setiap aku bertemu dengannya.
Mungkin aku salah, karena aku yang memaksakan dia agar dapat mencintaiku.
“MAAFKAN AKU”  kata itupun takkan menghapus kebenciannya kepadaku sekarang, esok, dan masa depan.

“GILAAAAAAAAA”
Yap kata itu mungkin cocok untukku, karena hanya seorang gadis gila sajalah yang rela
Menabung, dan tak membelikan sepeser uangpun saat lapar hanya demi membelikannya kado yang terbaik dan cocok untuknya.
3 bulan yang lalu aku merencanakan agar dapat menghemat uang jajanku dan agar dapat membeli hadiah untukknya.
Bulan demi bulan ku lewati, setiap akhir bulan pasti aku akan sibuk menghitung jumlah uang yang
Kudapatkan dari hasil menghematku selama 1 bulan ini.
“HUFFFFFFFFFFTTTT...” desahku,  ternyata saat aku selesai menghitung uang tersebut, kembali ku kecewa karena aku belum mampu memenuhi target yang selama ini aku targetkan untuk membeli kadonya.

“2 bulan pun berlalu” aku yang setiap 2 bulan terakhir ini, tak pernah keluar kelas untuk pergi ke kantin  membeli sesuatu dan menganjal saat aku lapar.
Teman- temanku heran mengapa sikapku menjadi berubah saat 2 bulan terakhir ini.
Aku yang selalu menolak ajakan temanku untuk pergi ke kantin saat bel tanda bahagia  karena dapat
Mengisi perut yang sudah meraung keras selama pelajaran.
Teman-temanku pun mencari tau apa yang selama ini yang menganjal dan membuat sikapku berubah selama 2 bulan terakhir ini.

“HEEIIIIIIII“ sebuah suara yang cukup keras dan sedikit tabokan kecil menyambar kepalaku dengan cepat.  lalu dengan sigap aku pun menoleh dan ternyata yang memanggil namaku dengan “ HEIIII “ dan sedikit tabokan itu adalah Cinan.
“ HEI KENAPA KAU MEMUKULKU DAN MEMANGGILKU DENGAN KERAS? “ jawabku dengan nada sedikit marah aku menjawabnya.
“ KENAPA SIH SAMA KAMU? KENAPA KAMU BERUBAH? APA KARENA DIA? KAU TAU AKU TUH KHAWATIR SAMA KAMU KARENA SIKAP KAMU YANG ANEH SELAMA 2 BULAN INI ” seru Cinan.

Aku pun sedikit kaget saat Cinan tau apa maksud tujuanku dan berubahnya sikapku hanya karena dia.
“ Maafkan aku Cinan dan terima kasih karena kamu mau peduli dan menghawatirkanku , sikapku  yang berubah ini bukan untuk membuatmu kecewa, tapi karena dalam benakku ada sesuatu yang harus aku jalankan dan aku harus melakukannya dengan baik, jadi tolong mengertilah temanku” seruku seraya menjelaskan.

“aku tau selama ini kau menghemat kan? Untuk membelikannya kado spesial, tapi apa kamu tau itu dapat membuatmu sakit hati, lihat saja sikapnya kepadamu. Apa pernah dia melihatmu sebagai sosok yang mengerti dia? Tidak kan. Kau itu terlalu lugu temanku, mungkin kata BODOH layak untukmu dan kata HEBAT mungkin cocok untukmu karena kau terlalu bodoh untuk menyadari semua ini, sadarlah temanku. Dia hanya melihatmu dari sisi teman satu angkatan dan tidak lebih.
Tapi satu sisi kata HEBAT itu cocok untukmu, karena semakin dia menjauh darimu, membuatmu berhenti untuk mengharapkannya, membuatmu sakit hati karena sikap cueknya kepadamu tapi di satu sisi dirimu tetap bertahan, dirimu tetap kokoh walau ada rintangan sekalipun kau akan hadapi dengan semangatmu dan betapa besarnya cintamu untuknya. Mungkin didunia ini jarang ada seorang cewek sepertimu yang rela demi orang yang dicintainya tanpa sadar bahwa dirinya terluka olehnya”  dengan nada menangis Cinan menjelaskannya kepadaku.

“TIBAAAAAA-TIBAAAAAAAAAA”  perkataan Cinan seperti motivasi untukku, tapi kalian kan tau aku ini bagaimana, meskipun aku akan bilang ini yang terakhir atau aku akan bilang ini sudah cukup dan aku akan melupakannya, tapi perkataan itu hanya dimulut saja yang aku keluarkan hanya untuk menghibur hatiku saat sakit atau terluka olehnya.

3 BULAN PUN DATANG
Aku yang sedang sibuk mencari hadiah apa yang cocok untukknya, dan melamun  saat pelajaran seperti tatapan kosong tapi sedang memikirkan sesuatu.
“ PLUUUUUUKKKKKK”
Sebuah tipek menghampiri kepalaku dengan keras, tapi aku tetap pada lamunanku itu.
Lamunan yang membawaku pada alam tersendiri.
Tiba-tiba datanglah temanku untuk mengambil tipek dan bermaksud untuk meminta maaf kepadaku, “ Laras sorry ya gw gak sengaja” suara yang terdengar memanggil namaku tapi seakan aku hanya mendengarnya sepintas lalu menghilang dan tetap pada lamunanku yang tadi.

Temanku pun heran, mengapa aku tak merespon kata maafnya tadi.
Hei kamu kenapa laras? Ada yang salah pada dirimu?  Seru Cinan  sambil mengoncang-goncangkan
Tubuhku seakan ada gempa bumi yang dahsyat.
Namun aku pun tak merespon omongan Cinan dan tetap pada lamunanku terhadap hadiah itu.
“HOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII SADAR WOIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII ”
Suara yang sangat keras dan sumber suara tersebut tepat berada di kupingku dan itu membuat lamunanku tentang hadiah itu pun buyar lalu masuk kepada alam dunia nyataku.
“Ada apa sih?” seruku.
“Kamu ini kenapa sih laras? Dari tadi melamun saja ayolah jangan melamun nanti ada hantu yang masuk baru tau rasa loh?”seru Cinan seakan mengajakku untuk bergabung dengan permainannya yaitu fokus pada pelajaran.

“Ah kau ini mengganggu saja Cinan, aku itu lagi berpikir? Jawabku.
“ Yeh nenek-nenek baru lahir juga tau kali kalu kamu mkir sesuatu, tapi apa yang kamu pikirin sih
Kok kayaknya penting gitu ya?“ dengan nada heran Cinan menjawabnya.
“Mana ada sih nenek-nenek baru lahir? Aneh-aneh aja sih kamu Cinan. Begini Cinan aku ini
Lagi bingung aja hadiah apa yang cocok buat si dia itu“ dengan tampang setengah melamun aku menjawab.
“Yaelah, gampang kali kan kamu udah tau kalau dia itu suka olahraga, beliin aja alat atau apakek yang berhubungan dengan olahraga kesukaan dia, apa perlu aku bantuin kamu? ” jawaban cinan begitu menyakinkan.

Bel pulang sekolah pun berbunyi
Tanpa berlama-lama aku dan Cinan pulang menuju toko  olahraga.
Toko demi toko pun kami lewati dan kunjungi tapi tak menemukan kado yang tepat untuk diberikan
Pada si dia.
Pulsa demi pulsa pun aku habiskan hanya untuk mencari informasi hadiah yang benar-benar cocok untuknya.
Tetapi itu tak membuahkan hasil sama sekali. Aku pun tak menyerah perjuanganku pun tak hanya sampai disitu.

KETEEEMUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
Toko sport yang cocok untuknya akhirnya ketemu, aku pun segera memesan kepada penjualnya
Agar tak dijual dulu kepada yang lain dan esok hari aku dan Cinan pasti akan datang lagi untuk membelinya.

Esok harinya
Aku dan Cinan menuju toko yang kemaren aku kunjungi, dan berhasil membeli kado untuknya.
Kado yang kuberikan cukup simpel, hanya sebuah 1 set baju dan celana bulu tangkis.
Yep itu pas, sesuai dengan hobinya.
Akhirnya aku berhasil  senyuman kecilku muncul saat aku memegang kado untuknya.
Upssssss... belum sampai situ saja perjuanganku.
Aku masih harus mencari kertas kado yang cocok untuknya, hufffffffffttttt...
Sungguh rempong ya hidupku ini.

Tak jauh dari tempat aku membeli kado, disana ada tempat untuk membeli kertas kado.
Ku belikan 2 kertas kado yang berbeda, satu kertas kado yang berwarna pink, satu lagi kertas kado berwarna hijau dengan tulisan happy birthday.

Saat hari itu mau tiba....
OHHHHH NOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
Kemarahanku meluap ketika tau kertas kado yang ku belikan kemaren rusak oleh adikku.
ARGGGGHHH rasanya aku mau menangis melihat kertas kado yang sudah sobek dan rusak oleh sikap kedua adikku.
Dengan cepat aku mencari kertas kado yang satu lagi, aku pun tersenyum lega karena  masih ada rupanya dan tak terluka oleh tangan adikku.

Tanggal 11 november 2012
Pagi hari ketika hari itu sudah tiba..
Aku datang dengan sebuah tas besar yang didalamnya hadiah yang masih belum terbungkus.
Bel pun berbunyi...
Aku pun masuk kelas dan siap memulai pelajaran, saat ada pelajaran kosong aku pun bermaksud untuk membungkus kadonya saat itu dengan dibantu temanku yang bernama mariana.
Tak lupa sebelum aku membungkusnya ku taruh sepucuk surat untuknya yang isinya seperti ini :
Hai ..
Selamat ulang tahun yah..
Semoga panjang umur, sehat selalu, tambah jago main futsalnya, tambah jago main biolanya, gitar, piano, dan berenangnya, dan segala yang terbaik untukmu.
Sekarang ulang tahun yang ke 17 yah? Sweet seventeen dong?
Oh iya bagaimana hadiah kemaren bagus gak? Sorry yah mungkin surat sama kadonya jelek.
Hmmmm.... apa kau ingat dulu saat kau terkejut mendapat coklat di tasmu? Sewaktu olahraga?
Saat valentine, aku adalah orang yang sama yang memberikanmu hadiah waktu itu, kemaren dan
Sekarang.
Mungkin apa yang aku berikan buatmu tak bagus, aku sungguh minta maaf.
Semoga kau menyukai kadoku ini!
from: orang yang selalu mendengarkan musik, selalu memegang dada bagian jantung saat tau
ada pangeran hatinya datang.

Di balik suratnya pun aku menulis sebuah puisi hasil karyaku, begini isinya :

Kamu itu lebih jernih dari pada air..
Lebih indah dari sebuah lukisan yang dibuat oleh orang terkenal...
Lebih sulit dari matematika..

Kau itu misterius..
Kau itu sulit ditebak..
Bagaikan teka-teki yang belum tentu ada jawabannya...
Wajahmu itu seperti kilauan berlian yang selalu bercahaya dan bersinar ketika
Ada sinar matahari...

Matamu itu...
Hmmm aku sulit membayangkannya, karena aku tak pernah melihat matamu...
Matamu seakan penuh makna buatku..

Tatapanmu dan senyumanmu....
Membuat hatiku luluh...
Terima kasih atas senyummu...
Meski aku tau senyummu itu bukan untukku.....

Lalu aku pun membungkusnya dan memberikannya kepadanya melalui temannya
si Tita dan pada saat itu hari senin dan pelajaran bimbel fisika dikelasnya.
Tapi aku sadar karena surat cinta dan kado yang kuberikanlah yang membuatnya kecewa,
Sehingga dia menjauh dariku.
AKU GAGAL MEMBUATNYA TERSENYUM DI HARI ULANG TAHUNNYA MESKIPUN HARI ITU SUDAH LEWAT  1 HARI. AKU HANYA AKAN MEMBUATNYA KECEWA. TAPI TERIMA KASIH ATAS CINTA YANG AKU RASAKAN SEKARANG, MULAI SAAT INI AKU AKAN MELUPAKANMU WALAU ITU MEMBUATKU TERSAKITI J

Karya : Maria Larastinada MP
Tanggal: 18 October 2012
Jam: 18:00 WIB

Minggu, 04 November 2012

15 Minutes


Ada seorang wanita dia berumur 16 tahun, ciri-cirinya: Kurus, tinggi, berkulit sawo matang, rambut pendek, dan agak ikal.
Har ini tanggal 18 October 2012
Hari ini seperti biasa, selalu ada dadakan sesuatu dalam hidupku.

Pelajaran hari ini cukup membuatku jenuh, dan menginginkan jam bel tanda pulang berbunyi.
Tak Lama kemudian, ku tengok sebuah jam yang berada di belakang bangku paling pojok dekat tembok perbatasan ruang Lab Komputer.
Ku lirik jam tersebut, aku mengelah nafas panjang sekaliii....
Karena jam ku lirik masih pukul jam 13:00
Ya aku mesti 30 menit untuk mencapai kebahagiaan, keluar dari pelajaran yang membosankan ini.

Sambil ku menunggu ku tulis sebuah diarry, tentang kekesalanku menunggu jam berakhir sekolah.
Aku bosan..
Jenuh..
Tak terbendung rasanya, lalu ku coret-coret buku diarryku.
Huffftt..
 desahku lagi, aku tak tau harus berbuat apa lagi.
Ku tengok jam dinding yang sudah 1 tahun menemaniku, yappp...
Jam sudah pukul 13:20 dan artinya 10 menit lagi aku balik. Dan merasakan kebahagiaan
Bisa keluar dari pelajaran.

Tiba-tiba speaker kelasku berbunyi, yap ku harap kali ini langsung doa hehehe pintaku dalam hati.
Dan ternyata kembali ku kecewa...
Speaker kelas berbunyi tanda akan mengumumkan sesuatu, yah... ku pikir akan langsung doa.
Ternyata hanya sebuah pengumuman bahwa kelas XII harus ke perpustakaan sepulang sekolah.
Setelah pengumuman selesai, doa pulang pun dimulai.

Aku buru-buru merapikan buku dan alat tulisku, semua ku masukkan ke dalam tas.
Dengan rapi dah hati-hati aku melakukannya,
Kringg... Kringgg.. Kringgg..
Bel tanda pulang pun berbunyi, sebelum ku tinggalkan kelas ku pastikan terlebih dahulu
Mengecek apakah ada sampah di kolong meja yang tertinggal atau menempati kediaman
Kolong meja yang ku tempati.

Aku pulangg....
Dengan langkah kaki riang aku berjalan menuju sebuah lantai dasar sekolahku.
Tak kulupa aku mengambil hpku yang ku titipkan di looker guru..
DAG DIG DUG.
Jantungku berdetak cepat, hmm pasti ada si DIA.
Pikirku dalam batin.
Tak lama kemudian ku tengok kearah tangga dekat ruang guru
JRENG JRENGGGGGG....
DIA datang, wajahnya yang rupawan tak terbayangkan waktu itu.

“TINAAAAAAA....
Ayoo cepat pulang, tadi katanya jenuh”
Sebuah suara tiba-tiba mengkagetkanku, lamunanku pun terhenti sesaat.
Ku tengok arah datangnya auara tersebut yang sudah memanggilku, huffftttt sambil ku mencari suara tersebut aku mendesah.
Suara yang memanggilku dan mengajak aku pulang yaitu Vera.

Aku pun pulang menuju rumah.
Saat aku pulang bahuku disenggol seseorang, tadinya aku mau bilang maaf.
Tiba-tiba ada suara seseorang bilang kepadaku “Maaf” katanya.
Aku pun merespon suara itu “iya” kataku.
Tanpa melihat siapa yang menyenggol bahuku tadi,  tangan ku pun langsung ditarik oleh Vera.

TUNGGUUUUU..
Dengan sigap aku menghentikan langkahku karena ada sebuah IDE yang terlintas dibenakku.
Segera kuceritakan kepada temanku itu, “ hei, bagaimana kalau kita duluan” seruku.
“Maksudnya” dengan nada tak mengerti Vera menjawabnya.
“Haduh.... bagaimana kalau kita jalan duluan agar dapat melihat DIA?” dengan semangat aku mengatakan tanpa merasa bahwa ada suatu kekuatan baru merasukiku.
Yap Vera memang  orangnya mengerti dan ia pun langsung bilang “ ayo kiya lari ”

DAAAAANNNN.......
Dengan kecepatan tinggi aku dan Vera pun berlari dengan kencang.
Seperti ada stamina dalam diri kami.
Ku lewati tangga neraka yang selalu mengangguku setiap pulang sekolah.
Saaampaaaaiii..
Aku sampai tepat dijalan raya tempat menuggu angkot.
“Mari kita menunggu” pintaku pada Vera.
“Baiklah” dengan nada pengertian dan tampang alimnya Vera ia pun langsung setuju.
Memang teman yang baik, selalu mendukung apa yang aku mau.

Benar rasanya jika orang yang jatuh cinta pasti akan mengalami gejolak cinta yang berlebihan dan  stamina yang kuat.
Tapi beda sama cewek sepertiku bagiku aku mempunyai gairah yang tinggi dan semangat yang tinggi.
Aku rela berlari sejauh apapun demi mengejarnya, berlari secepat mungkin dan meninggalkan
Teman barenganku yaitu Praja demi menunggunya.
Tapi hebatnya aku tak pernah mengeluh akan cinta, tak pernah menyesal akan apa yang ingin aku perbuat demi seseorang yang aku cintai dan sayangi  tentunya.
Apa yang aku inginkan dan akan selalu ada IDE untuk berjuang deminya..
“BODOOOH...”
Mungkin orang akan mengatai dan mengatakan kepadaku akan betapa bodohnya diriku.

“BODO AMAT LAH” mengapa mereka yang sewot dan terlalu rempong atau ribet akan sesuatu yang aku jalani.
Aku kan yang menjalankan bukan mereka.
Memang mereka akan berkorban demi cinta sama seperti apa yang aku lakukan sekarang.
“MUNGKIN TIDAK” desahku dalam hati.

Oke daripada mendesah apa yang orang pikirkan tentangku, lebih baik lanjut dengan cerita
Saat aku menunggunya.
Dengan cuaca panas, uang yang habiss,keringat yang mengucur di sekitar baju, rasa lapar yang melanda, dan rasa haus yang mengerikan dalam diriku dan temanku tentunya.
Waktu sudah berjalan 10 menit dan si DIA pun belum muncul juga.
Aku tetap menunggunya, meski banyak angkot yang menawariku naik angkotnya, dan
Sudah puluhan kali aku menolak untuk naik angkot karena masih harus menunggu.

Tiap demi tiap angkot lewat..
TIBA-TIBAAA~!!!!!!!
Sebuah motor Honda yang berwarna sama seperti motornya si DIA datang.
Alhasil itu bukan motornya yang DIA boncengi.
Semakin banyak motor yang lewat dan hanya 3 motorlah yang bermerek sama tapi sayangnya
Si DIA pun tak kunjung datang.

Ku lirik jam hpku yang terdapat di saku depan bajuku, sudah 15 menit rupanya, dan
Cuaca pun semakin menyengat kulit.
Tak lama kemudian, jantungku berdebar sangat kecang, tanda bahwa ada si DIA sebentar lagi.
Aku tetap menunggunya dan terus memperhatikan jalan sambil mencari motornya.

Tak lama kemudian...
DIAAAAA DATAAANGGG!
 Wajahnya yang rupawan, tampan, postur tubuhnya tegap, dan wajahnya agak putih.
OHHH NOOOO.. membuat jantungku berdebar lebih cepat dari sebelumnya.
Dia datang melewatiku dengan cuek, yah seperti biasa tampangnya yang cuek akan melintas dibenakku.
Aku hanya tersenyum saat dia melintas di depanku, dan berharap senyumannya balasan darinya.

PLUUUUKKK...
Sebuah benda mengenai ku di kepala.
“hei kenapa kau hanya tersenyum, dia tak akan membalas senyummu” seru Vera.
“Aku pun menolehnya, aku tau dia tak akan pernah membalas senyumanku tadi, dan itu
Rasanya gak mungkin banget, seharusnya aku sadar diri“ seruku.
“Hei kenapa kamu sedih meskipun dia tak akan pernah membalas senyumanmu tadi.
Tapi kau ini TINA!
Perempuan yang gak akan menyerah selama kamu masih bernafas, jadi ayo bangkit
Dan jadilah Tina  yang selalu semangat mengejarnya!” seru Vera.
Benar katamu, aku ini Tina orang yang gak pernah menyerah akan cinta!
HUFFFTTTT....
Kenapa aku bodoh!

Tiba-tiba senyum kecilku muncul, aku senang karena perjuanganku selama 15 menit menunggunya
Akhirnya membuahkan hasil meski hasilnya tak begitu baik. 

Karya : Maria Larastinada MP
Jam: 18:00
Tanggal: 18 October 2012


Sabtu, 05 November 2011

WEEKEND X4 ( 1)

nie gw mau ceritain soal weekend pertama kali waktu SMA dan di kelas X4 ..
oke mulai cerita ...
Awalnya kan pada pulang sekolah dan balik ke rumah masing2 , dan jam 5 sore adalah jam tepat janjian kita semua ( anak X4 ) .
~ jam 5 SORE ~
udah pada dateng nie kecuali DEBORA dan CHINTYA .
oke sambil menunggu mereka berdua kami anak X4 memulai acaranya dengan di dampingi walikelas tercinta kami yaitu Pak WIDODO .
pak WIDODO pun memulai acaranya dengan sedikit kata penyambutan tanda bahwa WEEKEND X4 sudah dimulai .
dan saat pak WIDODO selesai memberikan salam pembuka , datanglah DEBORA dan CHINTYA .
DEBORA dan CHINTYA terlambat karena mereka harus mengambil makanan yang akan dimakan saat weekend nanti .
sebenarnya CHINTYA dan DEBORA tidak telat karena sebelumnya mereka berdua yang datang terlebih dahulu .
dan semua pun mengikuti weekend dengan baik .
di dalam sesi acara weekend ada : sharing antar anak murid dan semua , game , makan , dan foto2 :)
jam sudah pukul 8 tepat
ayah FIRNIA sudah menjemput anaknya karena hari sudah malam , dan FIRNIA adalah anak perempuan jadi tidak baik pulang terlalu malam .
kami semua mogok karena mau pulang lebih lama , namun pak WIDODO pun menolak .
karena pak WIDODO kebetulan abis weekend ini pak widodo akan MALMING dengan istrinya .
haha :p
dan akhirnya semua pulang ~
tetapi sebelum pulang saya , EKA , DEBORA , MONIC , PRILY DLL ingin melakukan uji nyali .
tapi karena di takuti oleh wali kelas kami  .
dan akhirnya kami semua pulang !!!
oke selesai cerintaku ini hehe :D

By: Maria Larastinada Mp