Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2013

Tetap Hidup


Tetes embun yang aku nikmati
Dinginnya pagi yang aku rasakan
Hangatnya matahari yang menyelimuti kulit
Rasa dingin dan hangat merasuk ditubuh
Tanah yang lembab hendak ku lewati
Hilangnya malam sehabis hujan
Menantikan pelangi setelah pagi

Ufuk timur yang terlihat jelas
Menyambut indahnya pagi sehabis hujan
Tangan bercahaya
Wajah bersinar
Daun-daun menari-nari
Melambai-lambai tertiup angin pagi
Oksigen yang bersih tanpa adanya polusi

Aku mencintaimu sama seperti keadaan indah ini
Tanpa adanya polusi
Melewati dinginnya malam
Menerima pagi dengan apapun yang ada
Aku merawat hati ini seperti karangan bunga
Tidak menjadikan duri yang menyakitkan
Mencabuti semua rumput liar
Hingga aku memberimu pupuk agar kamu tetap subur
Dan menjadi indah

Aku berusaha agar kamu tidak layu
Seperti bunga-bunga yang aku temui
menjadikan kamu kuat
Tanpa melihat ada luka saat merawatmu
Aku memakai perasaan lembutku
Membuatmu bertahan
Dan tetap hidup
Jika dulu kamu mati karena dirawat orang lain
Maka dengankulah
Aku akan membuatmu hidup

Selasa, 16 April 2013

Hanya teman?


Aku hanya berpikir bahwa kamu sudah melupakannya, ternyata dia masih membayangi hatimu
Relung hatimu bahkan masih terukir namanya, Dimatamu masih terlihat sosoknya. Hatimu, pikiranmu dan bahkan waktumu hanya untuknya.
Saat bersamaku pun kamu hanya memakai tubuhmu tapi tidak untuk hatimu, ya aku tau kamu memang masih menyayangi, dan belum bisa melupakannya.
Someone...
Kapan kamu membuka hatimu untukku? Melihat aku secara nyata yang jelas-jelas sudah menunggu jawaban hatimu.
Apakah aku tidak boleh memasuki hatimu yang kosong itu? oh iya aku sampai lupa kalau hatimu tidak kosong, hatimu masih terisi namanya.

Tak bisakah aku masuk dan diperbolehkan mengukir namaku dihatimu?
Aku ingin mengukirnya tapi tidak dengan benda tajam atau semacamnya, aku hanya ingin mengukirnya dengan sebuah kasih sayang, pengertian, dan pemahaman akan dirimu.
Itu pun kalau dirimu masih mempersilahkan aku masuk dihatimu? Tapi kalau tidak? Aku hanya bisa mundur perlahan.
Ya walaupun menyakitkan diawal, aku hanya bisa berdoa agar kamu bahagia. Agar kamu mendapatkan hatimu sesuai nama yang terukir dihatimu itu.

sekarang aku paham, kamu hanya mengganggap aku teman, hanya teman dan tidak melebihi itu.
Seorang teman yang tak akan pernah bisa menjadi kekasih, jika aku berandai-andai memilikimu mungkin aku sedang mimpi dan belum terbangun dari tidurku.
Aku memang pandai membuat kata-kata bahkan sampai kamulah yang menjadi bagian dari kata-kataku.
Aku bisa menguasai puisi namun aku paling tidak bisa memahami cinta, cinta yang tak akan dapat aku kuasai.

Dan lagi lagi kamu hanya mengganggap aku teman, kapan hatimu peka terhadapku?
Aku mungkin sudah lelah, lelah menghadapi sikap cuekmu, tapi mau bagaimana? Sikap cuekmu yang membuat nyaliku tertantang.
Hebat kalau aku bisa memiliki hatimu, bahkan lebih hebat lagi jika aku menjadi milikmu.
Kamu adalah mimpiku, begitu sempurna jika mimpiku semuanya menjadi kenyataan.

Minggu, 14 April 2013

Melepasmu pergi


Dulu aku memang melepasmu karena kamu sudah dicintai oleh seseorang, aku mengalah karena hatiku tak mampu bersaing dengan temanku sendiri. Aku tidak mau disebut penghianat karena sudah merebut orang yang sama-sama dicintai oleh aku dan temanku.
Aku mengalah dengan temanku, walau aku tau saat itu hatiku masih belum rela melepasmu dengannya. Kamu memang bukan milikku, jadi kamu berhak memilih siapa yang ingin kamu cintai.

Bahkan kamu saja tak tau bagaimana perasaan hatiku padamu, yang kamu tau hanya aku yang ada di depanmu sebagai teman.
Ya hanya teman,  kamu yang mengganggap aku teman tak pernah tau bagaimana perasaanku.
Tapi setelah kejadian itu, aku hanya bisa mundur secara perlahan, perlahan dengan pelan entah tau apa yang akan terjadi setelah aku melepasmu.
Melepasmu tak semudah yang aku bayangkan, butuh perjuangan dan air mata yang harus aku lalui.

aku sempat pergi menghilang dari hadapanmu, hanya untuk membiarkan kamu dan temanku bahagia. Aku tak ingin menatapmu, menatapmu hanya akan membuatku sulit untuk melepas perasaanku padamu. Yang aku dengar sekarang hanya cerita kebahagiaan yang temanku ceritakan tentangmu,
walau hatiku teriris sayatan pisau tapi aku mencoba tersenyum didepan temanku itu, aku tak ingin kalau ia tau aku pernah mencintaimu sama seperti dia.
Mungkin aku pengecut, mengalah pada cinta yang belum sama sekali aku ungkapkan. Tapi buat apa?
Kalau memang aku punya keberanian untuk mengatakan itu padanya, apakah temanku akan terima?

Aku mencintaimu sangat sangat mencintaimu maka sebab itulah aku mengalah, kebahagiaan adalah hal tertunda yang aku jalani sekarang. Aku merelakanmu bahkan aku harus mengalah bukan berarti aku tak mau memilikimu, hanya saja bagiku dia lebih baik bersama temanku daripada aku. Aku hanya ingin kamu dan temanku bahagia. Sekarang hatiku merelakanmu bersamanya, aku merelakan hatiku tersakiti untuk kebahagiaan temanku, karena aku tak mau jika temanku menyalahkan aku karena merebutmu.
Aku memang cinta padamu, namun tak begini caranya jika aku harus merebutmu dari temanku.

Ku coba hanya mengagumi kamu, bukan untuk mencintaimu seperti dulu, tapi aku takut terlalu dalam rasa sayangku padamu.
Senyumanmu lah yang menguatkanku untuk berdiri dan menjauh darimu, hei someone kamu pantas bersama temanku.
dia baik, dan dia akan menjaga kamu sama seperti aku menjagamu. Ya walau kamu tak tau aku diam-diam menjagamu. Berbahagialah bersamanya, aku hanya bisa mendoakanmu bahagia.

Sabtu, 30 Maret 2013

23 Desember 2012 dan Aku


Apakah kamu masih mengingat tanggal ini? Ketika pertama kali aku mengirimi sebuah pesan facebook kepadamu.
Kata pertama yang aku keluarkan saat itu adalah, “apakah kamu bisa seperti yang aku katakan tadi?”
Dulu pada saat tanggal itu, aku belum mempunyai perasaan spesial terhadapmu.
kamu yang dulu aku anggap hanyalah teman tempatku berbagi tawa.
Sekarang Semua terasa berubah seiring hatiku bergeser karenamu, aku bahkan tak ingat kapan pertama kali hatiku berdetak kencang saat aku mengirimimu pesan singkat itu.
Kapan hatiku terpaku melihat pesonamu, yang membuatku tersenyum.

Awal pesan yang menghantarkan aku pada perasaan seperti sekarang, dulu aku tak berharap apapun kepadamu.
Karena kamu dulu anggap teman, bukan sebagai kekasih yang aku ingini seperti sekarang.
Dari dulu sampai sekarang, kamu selalu menutup matamu untukku, dan ingin melihatku namun takut terbaca perasaanmu terhadapku.
Aku manusia yang mendobrak perasaanmu dengan cepat, menggantikan posisinya di hatimu dengan namaku.
Bahkan sampai aku bingung, mengapa aku bisa mencintaimu saat aku mendengar batinmu berkata bahwa kamu mencintaiku. Apakah ini sebuah jawaban atas ucapan yang kamu keluarkan dihatimu?
Mungkin memang benar, tapi aku tak tau sebenarnya.Aku hanya mengetahui satu hal, karenamu aku berubah drastis.
Kamu menyentuh setiap jemari hatiku, membuatnya berwarna dan melelehkan sifat kerasku terhadapmu.
Kamu seperti racun yang mengobatiku secara perlahan, membuang jauh-jauh ingatan orang yang dulu aku cintai.
Ketika aku terluka akan perasaanku, kamu mengobatinya dengan sifat lembutmu terhadapku.

Aku baru sadar kita hanya berbeda sedikit, ya mungkin sedikit yang terlihat dimataku.
Kamu dan aku sama-sama mempunya agama yang seiman, bahkan tempat beribadah pun kamu sama sepertiku.
Saat hari Minggu tiba, sebuah keinginan pasti akan muncul dalam benakku, aku ingin pergi beribadah denganmu.
Tapi mengapa? Setiap keinginanku tak menjadi kenyataan. Mungkin Tuhan belum mengijinkan aku pergi beribadah denganmu saat kini.
Tuhan memang sudah melaksanakan apa mauku, tapi kita hanya bertemu tak bertegur sapa dan sama seperti biasa kamu hanya menatapku ketika aku sudah pergi jauh.

Tuhan memang dahsyat membuat rencana yang begitu indah, sehingga sampai sekarang  aku tetap pada hatiku yaitu mempertahankanmu sebagai orang yang aku sayangi.
Walau kamu melukaiku baik sadar maupun tak sadar, aku tau semua ini adalah proses.
Karena tanpa proses pahit maka tidak akan ada yang namanya proses manis, yaitu sebuah hasil dari perjuangan.
Aku sekarang hanya memperjuangkanmu, bertahan walau badai menerpa untuk menggoyahkan niatku .
ketika hatiku terpuruk akan sulitnya mendapatkanmu, aku hanya ingat saat pertama kali kamu mengeluarkan tatapan mata yang begitu sangat dahsyat merobohkan dinding hatiku, menggantinya sesuai keinginanmu.
Saat itu adalah hal terindah dalam hidupku, menatapmu untuk pertama kalinya walau saat itu aku belum mempunyai perasaan apapun terhadapmu.

Setiap malam aku merenungkan berdoa pada yang Maha Kuasa agar aku dapat menjadi milikkmu, bertemu denganmu dan menatap wajahmu sama seperti dulu aku menatapmu. ya walaupun aku tau doaku akan terkabul atau tidak tapi semua ini adalah kepercayaan.
Kamu yang membawaku pada perasaan seperti ini, yaitu sebuah “Cinta”, cinta yang aku belum ketahui darimana asalnya dan bagaimana alasannya.
Perasaan seperti ini memang membuatku bingung , tapi begitu mengasyikan saat aku memulainya.
Saat aku mulai memahami perasaanmu kepadaku, kamu mulai menjauh.
Entah apa salahku padamu, aku mungkin pernah melakukan kesalahan yang tak aku mengerti.
bisakah kamu tak berjauhan denganku?
Kamu memang bisa menjaga hatimu agar semua orang tak tau perasaanmu, tapi aku tak bisa.
Walau aku mencoba semua hal ini, bagiku semua sama saja merobek dan melukai hatiku secara perlahan.

Tanggal 23 Desember adalah hari dimana aku mengawali cintaku denganmu walaupun aku belum mengetahuinya dan baru mengetahuinya sekarang.


                                                                                  Untuk kamu pujaan hatiku saat ini
                                                                                          aku hanya berharap agar kamu
                                                                                                    tak melupakanku
                                                                               Sama seperti aku tak ingin melupakanmu
                                                                                            Dan tanggal 23 Desember 2012
                                                                                                              adalah
                                                                                                      Hari dimana hatiku
                                                                                                          dimulai untukmu

Jumat, 29 Maret 2013

Tolong Hargai Perjuangan Temanku


Entah ini disebut apa aku tidak tau, tapi ketika aku harus mendengar cerita dari temanku itu dan mengunjungi salah satu situs sosial bernama Facebook.
Aku menemukan sebuah gambar sama seperti yang diceritakan teman perempuanku, aku hanya memastikan apakah itu benar ada ataukah temanku bergurau, ketika sudah ku pastikan semua itu ternyata benar wanita  itu menguploadnya dan mengunggahnya ke salah satu akun pribadinya.

Aku memperhatikan bentuk dari gambar itu, hampir di bilang tak percaya namun ini nyata.
Dibilang kaget sudah pasti, di bilang kecewa, sedih tentu sudah tak teragukan lagi.
Foto itu semakin jelas ku pandangi bentuk gambarnya, aku menyakinkan diriku agar ini tak nyata.
Mengapa perempuan itu tega sekali kepada teman priaku?
Temanku adalah orang yang baik, ya meskipun dia rada cuek akan segala sesuatu yang dia anggap tak penting. Aku saja pernah hampir jatuh hati padanya, namun aku sadar aku tak bisa mendapatkan karena sebuah perbedaan.

Aku pikir sosok teman priaku tak menyukai siapapun di sekolah, namun nyatanya aku salah.
Aku terkejut mendengar bahwa ia pernah menyatakan perasaannya kepadamu, berjuang dengan keras untuk membelikanmu sebuah kenangan itu. Tapi sayang, kamu memmbuat hatinya terluka.
Kamu lukai temanku dengan sikapmu, menulis bahwa hadiah itu bukan dari dirinya melainkan dari orang yang kamu sayangi saat ini dihatimu dan bukan temanku.
Temanku berhati lugu, bahkan saat dia harus melihat semua itu, begitu tabah hatinya sehingga harus melihat perlakuanmu terhadapnya.
Kepolosannya seakan membuatmu gampang untuk menyakitinya, kebaikannya hanya kamu anggap sebagai seseorang yang tak berharga jika kamu tak memerlukannya.
Saat mendengar cerita itu, aku hanya menyakinkan matanya. Yap ternyata memang semua ini bukan sebuah rekayasa atau tulisan belaka.
Temanku tulus mencintaimu hai seorang wanita yang sudah menyakitinya, pernakah kamu sadar perlakuanmu kepadanya sesudah hari itu? Bisakah kamu mengembalikan senyuman yang pernah dia berikan kepadaku dengan lesung pipi yang dalam dan tatapan mata yang tajam.

Aku bertanya kepadamu, sesungguhnya apakah temanku bersalah?
Apakah temanku bersalah jika harus mencintamu?  Ia hanya memberikan sesuatu yang dia anggap sebagai pernyataan cintanya kepadamu, mencintaimu dengan hatinya, mencoba berjuang mendapatkan cintamu.
Mengapa kamu tega? Hai gadis yang telah melukai temanku.
Jika kamu tak mencintainya, lalu mengapa kamu berikan dia sebuah harapan untuk temanku.
 Kamu perempuan pintar, berperingkat dikelas namun sayang kamu memiliki kebodohan tersendiri dalam hal percintaan dan menghargai seseorang atas perjuangannya.
Kamu tak pernah menghargai perjuangan temanku untuk mendapatkanmu, kamu sia-siakan temanku, membuatnya jatuh terpuruk akan segala kesesalan selama 1 tahun , dan kamu dengan mudahnya mengubah seluruh hidupnya lalu menjadikan temanku sebagai manusia yang selama ini aku tak pernah kenal sifatnya.
Perubahan sikap dan sifat temanku aku rasakan sekarang, meski aku bukan orang yang ia cintai, namun aku simpatik terhadapnya.
               
Memang wajahnya tak sesuai kriteria yang selama ini kau inginkan, tapi setidaknya ia punya sesuatu yang tidak dipunyai seluruh kriteriamu yaitu sebuah ketulusan.
Jika memang kamu mencari sebuah kesempurnaan dalam diri seseorang, maka kamu tak akan mendapatkannya.
Kalau bisa di bilang kamu tak cantik, hanya otakmu lah yang cantik dalam pelajaran.
Tapi aku bukan menghinamu atapun bilang bahwa kamu adalah wanita bodoh, yang dengan tega menolak cinta temanku.
Kamu gadis yang pintar, tapi bisakah kepintaranmu digunakan dalam sebuah percintaan?
Jika kamu bisa melihat seseorang yang tulus di hadapanmu, ia menghiburmu dan mengusap air matamu saat kamu ditolak oleh orang yang kamu cintai, dia juga memberikan perhatian dan ketulusan buatmu, bahkan rela menjadi orang yang bodoh sekalipun demi dirimu, namun bisakah kamu membuka matamu lebar-lebar, membuang jauh-jauh kacamata yang hanya akan memperburuk pengliatanmu terhadapnya,  maka kamu akan mengakui ia suatu saat nanti.

Memang semua ini adalah hakmu, cinta tak bisa dipaksakan. Aku bisa terima itu, tapi tidak untuk temanku.Saat ini ia terluka,  atas goresan yang telah kamu buat di hatinya.
Jika di dunia ini ada obat untuk mengobati luka batin aku pasti akan mencarinya dan memberikannya kepada temanku.
Namun, apakah kamu mampu mengobatinya? Aku tak tau...
Ketika semua orang tersenyum mendapatkan cinta mereka, dan hanya temanku lah yang menangis.
Temanku seorang pria, namun ia hebat. Ia rela mengeluarkan air matanya demi dirimu yang begitu berarti di hatinya.
Hai wanita, coba kamu mencari seluruh dunia, apakah ada yang mau menangis untu dirimu?
Saat dirimu menangis dalam sadisnya cinta dia datang bagai pahlawan tak diundang untuk menghiburmu, menghapus air matamu, membuat lelucon lucu bahkan bisa di bilang garing hanya untuk membuatmu tertawa.
Apakah kamu bisa membalas apa yang dia berikan untukmu saat sesudah kamu melukainya?
Kamu menodongkan pisau ke pria itu, membuatnya menjauh dan memaksanya agar hanya menjadi temank curhatmu setiap kamu butuhkan dia.

Kalau disebut curang dan egois itu tentu benar. Kamu mendapatkan semua itu dari diri temanku tapi kamu tak bisa memberikan sesuatu yang dia harapkan selama ini untukmu.
Harapan dia hanya satu tidak bermacam-macam yaitu sebuah cinta tulus yang kamu berikan untuknya.
Begitu beratkah dirimu sehingga menolak dan menyuruhnya melupakan cintanya untukmu?
Aku tak bisa berbuat apa-apa, karena orang yang dicintai temanku bukan aku melainkan kamu.

Aku hanya mohon jaga hatinya, jangan lukai perasaannya.
Jika memang kamu tak menyukainya, jangan berikan sebuah harapan dan pengharapan bahwa kamu akan mencintainya juga.
Biarkan dia pergi, namun saat ia sudah pergi dari dirimu, aku mohon agar kamu tak menarik hatinya dan menjebaknya seperti dulu kamu mempermainkan hatinya, layaknya tikus yang sudah diberikan umpan.
Biarkan hatinya bebas, maka tidak akan ada lagi orang yang menggangumu dan membisikan kata cinta yang tulus untukmu.


Dari temanmu yang mencintaimu dengan segenap hatinya

Selasa, 26 Maret 2013

masa depan yang menjadi masa lalu


Jika kamu hanya melihat sosokku sebagai angin yang dapat menghibur dan meringankan udara
Buat apa aku pernah dihatimu, buat apa semua senyum dan tatapan matamu yang kamu berikan kepadaku
Buat apa segalanya itu kau berikan? Apa kau ingin menipuku?
Aku pernah ada dihatimu, tapi mengapa kamu mengganti sosoku dengan dirinya.
Apakah dia lebih baik dariku, aku memang tak sempurna.
Mempunyai banyak kesalahan yang terkadang membuatmu hampir melupakanku.
Aku sadar terkadang aku tak pantas untukmu, sosokku hanyalah manusia biasa yang tak istimewa.
Tak ada apapun yang bisa kubanggakan, tapi setidaknya aku punya hati yang tulus untukkmu.
Apakah semua itu belum cukup untukkmu.
Mengapa kamu lebih cepat mengganti sosok dirikku dibandingkan aku.
Dulu aku punya sebuah harapan, walaupun terkadang harapan itu hanya akan menunggu keajaiban
Datang dari surga.
Aku ingin menjadi milikkmu, dan kamu menjadi milikku, tapi apakah itu dapat terjadi lagi sekarang?
Setelah semua ini terjadi?
Sekarang aku hanya menunggu pulihnya hatiku karenamu.
Harapan yang dulu menghilang, harapan yang berasal dari hati kecilku ini.
Semuanya sekarang hanyalah sebuah kehampaan, aku tak tau bagaimana selanjutnya aku tanpa
Sosok dirimu.
Meskipun kamu dan aku hanya berawal dari sebuah pertemanan dan menjadi sama-sama cinta.
Tapi aku berterima kasih pada Tuhan, karena Tuhan mengirimkan seorang pria yang mampu mengubah seluruh hidupku menjadi lebih baik.
Sekarang aku hanya manusia yang sendirian, walaupun ada teman-teman disampingku dan mendukungku, tapi bagiku belumlah cukup.
Hatiku hampa, menjadi gelap dan tak dapat terang kembali.
Buat kamu, aku hanya menginginkan kamu bahagia bersamanya. Jagalah ucapanmu saat berbicara dengannya agar tak melukai hatinya seperti kamu pernah melukaiku dulu dengan ucapanmu.
Buatlah pasanganmu menjadi bahagia dan nyaman sama seperti saat aku berada di hatimu.
Aku sadar kamu dan aku belum mempunyai hubungan lebih, tapi aku selalu menganggap kamu sebagai pacarku yang siapa tau suatu hari nanti akan menjadi kenyataan.
Jangan lagi kamu mengecewakannya dan buatlah dia tersenyum .
dan kata terakhir untukku buatmu adalah semoga kalian bahagia dan saling memiliki satu sama lain J