Kamis, 04 April 2013

Kebahagiaan itu bisakah aku dapatkan kembali?

Di tengah hujan malam, yang menyelimuti kegelapan malam.
Diatas tanah dan dibawah rembulan yang menerangi, aku menulis semua ini.
Ada atau tidak adanya bintang bagiku sama saja, Jika setelah hujan aku dapat melihat
Pelangi pasti rasanya sangat menyenangkan
Melihat warnanya yang cantik dan berbagai warna yang menenangkan jiwa.

Sebilah pisau yang datang kepadaku, menancapakannya dihatiku tanpa aku sadari, membuatku tersiksa. Sakit rasanya merasakan semua ini.
Sebuah senyuman palsu adalah kenyataan topeng, palsu yang hanya ditutupi oleh kenyataan
Yang sebenarnya adalah sebuah kepahitan buatku.
Kerinduan yang aku rasakan hanya penyiksaan tersendiri buatku, buat apa aku merindukan seseorang yang tak pernah merindukanku?
Rembulan dan hujan pun tau, bagaimana keadaan hatiku saat ini.
Walau tak tergambarkan, aku hanya bisa menulisnya, berdiam layaknya patung dan bergerak sesuai hatiku.

Keinginan hatiku untuk menghubungimu pun aku lupakan sejenak.
Meski bayanganmu menghantuiku dan terus muncul dimana pun aku berada dan melakukan apapun yang aku kerjakan.
Aku hanya butuh waktu, untuk mengobati luka akibat goresan yang kau berikan, memang bagimu sederhana, membuat aku tersiksa sedikit demi sedikit karena sikapmu itu.
Mungkin akan butuh waktu lama aku sembuh akan semua ini, tak bisa secepat membalikkan telapak tangan maka semua akan terselesaikan kesedihanku ini.
Aku akan berdosa jika aku mengatakan semua ini baik-baik saja.

Aku hanya harus menghadapi kenyataan, kenyataan yang sebenarnya membuat hatiku teriris.
Tuhan..
Dapatkah aku merasakan hujan dan hangatnya rembulan seperti sekarang?
Aku hanya menyakini diriku, mengganggap semua ini tak terjadi, Tapi apa boleh buat?
Semuanya terjadi begitu saja tak sesuai keingginan,.
Sekarang hanya hujan dan bulan yang menemaniku saat ini, yang mendengar jeritan kerinduanku kepadamu, mendengar jeritan kesakitan yang kamu buat untukku.

Tuhan, dapatkah aku minta satu hal padamu? Jika boleh aku hanya minta satu hal agar semua ini terwujud. Tolong, kembalikan kebahagiaanku seperti dulu, dimana ada tawa tanpa adanya kesedihan seperti sekarang.Senyumanku, tawaku dan semuanya yang dulu pernah ada, sebelum kedatangannya merusak duniaku.
Bisakah aku mendapatkannya lagi Tuhan? Aku berharap iya.