Minggu, 24 Maret 2013

Seandainya aku tahu


Aku mengerti setiap kali aku ingin menatapmu  kau palingkan wajahmu
ketika ku pergi, lalu kau munculkan wajahmu kembali.
Saat aku berjalan hati ini seakan kembali, ingin memelukmu dan mengatakan
Mengapa kamu datang disaat hatiku gundah?           
Aku membuka mataku, semuanya terasa sama saja.
Sama seperti saat dimana aku harus kehilangan seseorang yang telah menorehkan namanya
Dihatiku ini.
Ketika aku dihadapi kebimbangan, kamu masuk dan memberi warna pada setiap
Apa yang aku inginkan, aku ingini, aku jalani, maupun aku laksanakan.
Aku ingin berhenti mencintai seseorang yang tak ada namaku dihatinya.
Aku pernah mengatakan pada seorang pria yang aku sukai, betapa aku mencintainya.
Saat ia mendengar pernyataanku, sosok pria yang aku sukai itu malah berdiam diri.
Entah dia mengerti ataukah hanya berpura-pura tak mengerti.
Apakah aku salah? Mengatakan terlebih dahulu, perasaan hatiku ini dengannya?
Maaf aku bukan wanita bodoh, aku hanya tidak mau kehilangan seseorang yang aku cintai lagi.
Kalau aku mengerti takdir, aku tak akan mencintainya.
Tak akan membuang air mataku dengan percuma, saat dia memberikan perhatiannya kepada orang
Lain dan bukan aku.
Kalau aku bisa menghitung seberapa banyak perjuanganku mendapatkannya, itu sama saja seperti
Menghitung bintang dilangit.
Yang tak akan terhitung jumlahnya, andai dulu aku tau kamu memang tak mencintaiku.
Maka hati ini tak akan ku biarkan melebar dan mengembang.

Minggu, 03 Februari 2013

KETIKA HATIKU BERDETAK DAN COBAAN CINTAKU DATANG!


Ketika jantungmu berdetak kencang, apa yang kamu lakukan?
Menatapnya lalu pergi?
Apa, pergi dengan senyuman?
Tadi ketika istirahat tiba, jantungku yang selama ini ku cari detakkan kencangnya tiba-tiba muncul..
Muncul  dengan tiba-tiba saat aku melihat seseorang...
Kepadanya senyumanku ku berikan..
Kepadanyalah tatapanku ku berikan..
Bahkan jika aku bisa kembali menatapnya, pasti akan ku lakukan..
Tapi bagaimana? Jika ku kembali, akan ada sebuah rasa malu melandaku..
Yah, kali ini aku hanya bisa pasrah..
Pasrah karena seseorang yang aku temui nyatanya sudah tak ada ketika pulang sekolah tadi..
Dia yang ku cari sampai mata ini lelah mencari ternyata sudah tak ada.

Yap, dia pulang duluan. ..
Dan satu lagi cobaan terbesar dalam cintaku..
Ketika aku merindukannya..
Dia lebih mementingkan orang lain daripada aku, yah maklum saja.
Dia lebih sibuk dariku..

Pada akhirnya, aku hanya bisa pasrah..
Aku hanya mengalah lagi..
Mengalah agar diriku kuat!
Menjadi kuat tak semudah membalikkan telapak tangan..
Karena itu adalah ujian!
Ujian yang lebih sulit dari soal-soal yang diberikan oleh guru-guruku di sekolah..
Menjadi kuat itu gak rumusnya..
Gak ada jawabannya..
Dan gak caranya, hanya bisa melakukannya..
Tapi...
Dengan adanya seperti ini, ini sama saja membuat siksaan batinku dimulai~

aku harus mengerti!


Ketika kamu harus menghadapi masalah sepertiku, apa yang kamu lakukan?
Aku membuat sebuah resolusi baru untuk hari ini, yakni jika kamu mengalami sebuah
Kedewasaan, maka kamu juga harus menghadapi masalah yang ada.
Apakah kamu sanggup?
Seseorang yang dewasa adalah bisa menyikapi masalah yang ada, tetapi ketika aku
Beranjak dewasa maka aku tidak akan siap menerima sebuah masalah yang akan terjadi itu.
Aku masih belum sanggup menerima itu semua, ketidakpercayaan diriku yang membuat semua
Ini .

Mungkin semua orang ingin menjadi anak kecil yang lucu, yang baru lahir dan belum mengerti
Apa itu sebuah permasalahan.
Dulu aku percaya, bahwa teman akan menjaga mulutnya dan menguncinya rapat-rapat jika iya tau
Masalah apa yang terjadi pada temannya.
Tetapi hari ini aku salah, semua orang tak ada yang sempurna.
Aku tau, ketika kita berteman, maka kamu akan mengenal bahwa semua orang berbeda karakter, tapi bisakah teman itu membuat temannya percaya bahwa iya akan menjaga rahasia temannya?

Aku tidak menuntut itu semua, tapi sebuah kekecewaan ternyata muncul di diriku.
aku tidak meminta sebuah pertemanan yang memiliki sifat spesial di diri temanku, tapi aku hanya meminta  agar iya menutup dirinya dari orang lain yang ingin mengetahui privasi temannya itu seperti aku.
Jika semua itu terjadi, apakah aku harus memarahi temanku? Tidak..
Semua itu salah, semua ini telah terjadi..
marah bukan menyelesaikan masalah, melainkan menambah masalah baru dan membuatnya menjadi rumit.
Jika dalam sebuah pertemanan ada janji, maka pasti janji itu akan diingkari suatu saat nanti.

Entah kapan, dimana, dan pasti saat yang tidak tepat!
Ingatlah! Sebuah pertemanan tak ada yang abadi.
Kalau memang pertemanan itu akan abadi, mungkin dia mampu membuat sebuah resolusi yang baik kepada temannya.

Aku tak tau harus berfikir apa, pikiranku terlalu penuh oleh hal lain.
Mencoba berfikir baik namun hatiku sakit, berfikir jahat tapi aku tak tega.
Aku sadar sebuah kata maaf tak akan mampu mengobati rasa sakit yang sudah dialami...
penyesalan tak berarti apa-apa...
Tapi hari ini aku akan mengerti

Kamis, 24 Januari 2013

apakah benar aku wanita yang kuat?? (._.?)


Aku tak nyata diduniamu yang luas.
Aku hanya seorang gadis muda yang mencari pengalaman akan hidup, dan saat aku menemukannya, maka aku akan tersenyum.
Dunia ini luas sangat luas, tapi mengapa kita bisa bertemu? 
Mengapa hatiku bisa jatuh ke dalam dirimu? 
Apa hebatnya dirimu sampai bisa menaklukan hati seorang gadis sepertiku. 

Aku tidak sempurna, aku hanya seorang gadis muda dan sederhana. 
Tak menuntut apapun di dunia ini. 
Berjalan menemukan sesuatu, dan nyatanya aku menemukanmu. 
Saat hujan turun dengan bebasnya, maka aku akan seperti itu, meneteskan air mata tanpa ku sadari dan dengan bebasnya tanpa seorang pun tau masalahku. 

Jika dunia ini sangat luas, mengapa aku selalu melihatmu? 
Bagiku dunia ini sempit, terlalu sempit sampai aku tak bisa melupakanmu. 
Wajahmu rupamu tergambar jelas dalam ingatanku. 
Tak masalah jika kamu melupakanku, tapi satu hal. 
Aku tetap mengingatmu walau kau tak mengingatku.
Semua ingatan bisa saja aku buang, tapi ingatan akan dirimu itulah yang sulit dibuang.

Jika orang memanggilku dengan julukan si kuat, maka orang tersebut salah.
Aku hanya seorang gadis yang bisa dikatakan lemah.
Apa kamu punya kekuatan saat dia berada didekatmu? 
Apa kamu punya kekuatan saat dia menatapmu? 
Jawabanmu pun mungkin akan bertanya-tanya, sama seperti diriku saat ini :')

Karya: Maria Larastinada MP
Waktu: 18:18 WIB
Tanggal : 23 Januari 2013 

untuk temanku yang belum menyadarinya


Jika kamu membenciku karena dia mencintaiku, berati kamu salah.
Dia memang mencintaiku, tapi aku tak mencintainya.
Dia hanyalah temanku, teman tempat ku berbagi kisah hidupku.. 
Bukan berarti aku dan dia sama-sama menyukai.. 
Jangan membuat keputusan berdasarkan yang kamu lihat sekarang! 

Tapi buatlah keputusan berdasarkan pikiran bersihmu..
Tetap tenanglah.. 
Maka kamu akan menemukan jawabannya.
Aku punya cerita sebuah pengalaman yang membuat mataku terbuka lebar.
Yakni, seorang wanita yang dicintai oleh temanku, dan nyatanya wanita itu memilih orang lain.
Memang haknya memilih orang lain, aku pun tak bisa berbuat apa-apa.
Tapi pernahkah kamu merasa? Jika seseorang yang kamu cintai, ternyata memilih orang lain dibanding dirimu sendiri? 

Sakit, sebuah jawaban singkat yang menggambarkan keadaanmu.
Pedih, sebuah jawaban yang memang benar ada saat itu.
Senang, sebuah jawaban palsu yang dilontarkan untuk memperbaiki hati sementara..
Jika itu kamu? Apa yang kamu lakukan? 
Wanita itu sederhana, memilih orang yang ia cintai, dan tetap mengejarnya.
Walaupun! Ada orang yang menunggunya saat ini.
Wanita itu bisa dikatakan bodoh, bodoh karena tak melihat di belakangnya ada seseorang menunggunya dengan senyuman selamat datang.

Pria itu pernah menangis untuknya, bahkan merelakan pikirannya hanya untuk seorang wanita sepertinya.
Pria itu aku katakan hebat! Karena iya masih berdiri kokoh didepan wanita itu. 
Wanita itu memilih orang lain, yakni sahabat si pria tersebut. 
Pria itu mungkin mengalami cobaan terus menerus dari wanita itu. Tapi iya tetap tersenyum layaknya iya memakai topeng. 
Topeng yang tidak nyata di kehidupan, tapi nyata di pikiran!
Wanita itu pintar dalam segala hal, dia lebih pintar dariku.
Apalagi soal membuat rangkaian kata-kata indah.

Tapi hari ini aku salah! 
Wanita itu tidak pintar! 
Melainkan dia adalah wanita yang bodoh, bodoh karena tak pernah melihat ke belakang ada seseorang yang menunggunya.
Tapi jika aku wanita tersebut, aku juga bisa melakukan hal itu. 
Hal yang bisa kukatakan bodoh.

Jika iya pernah berkata kepada orang yang iya cintai.
"Hey mengapa kamu gantungkan cintaku?'' 
"Mengapa kamu memberiku harapan palsu?" 
laki-laki itu tak merespon.
Sungguh sedih kalo aku ada diposisi wanita itu.
Sama halnya pria yang mencintai wanita itu, iya akan menanyakan hal yang sama tetapi wanita itu akan terdiam, bahkan wanita itu akan bersikap acuh tak acuh.
Tapi mau bagaimana? Apakah penyesalan akan datang disaat yang tepat? 
Jawabannya hanya kamu yang tau :'p 

karya: Maria Larastinada MP
Waktu: 22:30 WIB
Tanggal: 24 Januari 2013

Selasa, 08 Januari 2013

ketika aku harus mendengar perkataan itu!!


Aku tau betapa sakitnya hatiku saat mendengar perkataan temanku itu.....
Perkataan yang membuat hati ini seakan runtuh, karena perjuanganku yang sia-sia....
Seharusnya aku cepat menyadarinya...
Menyadari, bahwa cintanya bukan untukku....
Tapi hanya dia seorang...
Ketika aku mendengar bahwa dia mencintai seseorang dan bukan aku, aku hanya terdiam ....
Air mata ini terus memaksaku untuk mengeluarkannya, tetapi selalu ku tahan, sambil berkata aku bilang ...
“Hai gadis, apakah aku lemah?”
“Apakah aku kuat mendengar perkataan itu?”
“Apa yang aku akan lakukan selanjutnya, mari bangkit! Jangan sedih!”
Kamu bukanlah pertama kalinya, mencintai seseorang...
Jadi kamu tau bagaimana arti cinta...
Berapa kali kamu disakiti?
Berapa kali kamu berjuang tapi harapan kosong selalu ada?
Apakah dia akan menghargaimu? Tidak, gadis berperasaan lemah...
Kamu kuat menahan air mata saat di depan kedua orang tuamu, tapi kamu tak akan kuat bila terus
Melihatnya,....
Melihatnya setiap hari...
Bertemu dengannya....
Menatapnya dengan harapan “ apa diriku masih layak dihatimu? “
Kamu tak akan bisa melupakannya jika kamu masih bertemu langsung dengannya..
Mungkin kamu butuh menjauh, menjauh sejauh mungkin agar tak melihatnya.
Yap, aku juga berfikir seperti itu...
Jika aku harus jauh, mungkin aku bisa lupa dengannya..
Tapi kamu tau tidak? Seberapapun aku menjauh darinya, seberapa pun aku mencoba membuatnya pergi dari hidupku!
Bayangannya tetap di hatiku! Jika aku belum memangkasnya, kamu tidak akan pernah bisa melupakannya.
Meskipun dia sudah melukaiku, tapi hati ini akan terobati dengan cepat saat aku bertemu dengannya.

karya: Maria Larastinada MP
Tanggal: 08 Januari 2013
Waktu: 13:00 WIB

Rabu, 12 Desember 2012

malam yang menyiksaku!


Kamu tau cinta..
Setiap malam aku merenung..
Memikirkan apakah esok hari, aku tetap bernafas..

Aku bingung...
Kamu tau perasaan hatiku...
Saat hatiku marah...
Senang...Sedih...Kecewa...Hancur...Tertawa...Bahagia...
Semuanya kau tau...

Aku pun tak bisa berbohong..
Tapi jujur perasaanku tak bisa dihilangkan..
Bagaimana ini? Apa aku harus mati?
Agar dapat merasakan perasaan yang baru?

Aku ingin sekali melupakannya..
Menghapusnya dari ingatanku..
Menaruhnya jauh lebih dalam dari hatiku..
Agar perasaan ini tak mengubahku jadi sesuatu yang bukan diriku..

Karya: Maria Larastinada MP
Tanggal: 12 Desember 2012
Waktu: 20:04