Jumat, 29 Maret 2013

Tolong Hargai Perjuangan Temanku


Entah ini disebut apa aku tidak tau, tapi ketika aku harus mendengar cerita dari temanku itu dan mengunjungi salah satu situs sosial bernama Facebook.
Aku menemukan sebuah gambar sama seperti yang diceritakan teman perempuanku, aku hanya memastikan apakah itu benar ada ataukah temanku bergurau, ketika sudah ku pastikan semua itu ternyata benar wanita  itu menguploadnya dan mengunggahnya ke salah satu akun pribadinya.

Aku memperhatikan bentuk dari gambar itu, hampir di bilang tak percaya namun ini nyata.
Dibilang kaget sudah pasti, di bilang kecewa, sedih tentu sudah tak teragukan lagi.
Foto itu semakin jelas ku pandangi bentuk gambarnya, aku menyakinkan diriku agar ini tak nyata.
Mengapa perempuan itu tega sekali kepada teman priaku?
Temanku adalah orang yang baik, ya meskipun dia rada cuek akan segala sesuatu yang dia anggap tak penting. Aku saja pernah hampir jatuh hati padanya, namun aku sadar aku tak bisa mendapatkan karena sebuah perbedaan.

Aku pikir sosok teman priaku tak menyukai siapapun di sekolah, namun nyatanya aku salah.
Aku terkejut mendengar bahwa ia pernah menyatakan perasaannya kepadamu, berjuang dengan keras untuk membelikanmu sebuah kenangan itu. Tapi sayang, kamu memmbuat hatinya terluka.
Kamu lukai temanku dengan sikapmu, menulis bahwa hadiah itu bukan dari dirinya melainkan dari orang yang kamu sayangi saat ini dihatimu dan bukan temanku.
Temanku berhati lugu, bahkan saat dia harus melihat semua itu, begitu tabah hatinya sehingga harus melihat perlakuanmu terhadapnya.
Kepolosannya seakan membuatmu gampang untuk menyakitinya, kebaikannya hanya kamu anggap sebagai seseorang yang tak berharga jika kamu tak memerlukannya.
Saat mendengar cerita itu, aku hanya menyakinkan matanya. Yap ternyata memang semua ini bukan sebuah rekayasa atau tulisan belaka.
Temanku tulus mencintaimu hai seorang wanita yang sudah menyakitinya, pernakah kamu sadar perlakuanmu kepadanya sesudah hari itu? Bisakah kamu mengembalikan senyuman yang pernah dia berikan kepadaku dengan lesung pipi yang dalam dan tatapan mata yang tajam.

Aku bertanya kepadamu, sesungguhnya apakah temanku bersalah?
Apakah temanku bersalah jika harus mencintamu?  Ia hanya memberikan sesuatu yang dia anggap sebagai pernyataan cintanya kepadamu, mencintaimu dengan hatinya, mencoba berjuang mendapatkan cintamu.
Mengapa kamu tega? Hai gadis yang telah melukai temanku.
Jika kamu tak mencintainya, lalu mengapa kamu berikan dia sebuah harapan untuk temanku.
 Kamu perempuan pintar, berperingkat dikelas namun sayang kamu memiliki kebodohan tersendiri dalam hal percintaan dan menghargai seseorang atas perjuangannya.
Kamu tak pernah menghargai perjuangan temanku untuk mendapatkanmu, kamu sia-siakan temanku, membuatnya jatuh terpuruk akan segala kesesalan selama 1 tahun , dan kamu dengan mudahnya mengubah seluruh hidupnya lalu menjadikan temanku sebagai manusia yang selama ini aku tak pernah kenal sifatnya.
Perubahan sikap dan sifat temanku aku rasakan sekarang, meski aku bukan orang yang ia cintai, namun aku simpatik terhadapnya.
               
Memang wajahnya tak sesuai kriteria yang selama ini kau inginkan, tapi setidaknya ia punya sesuatu yang tidak dipunyai seluruh kriteriamu yaitu sebuah ketulusan.
Jika memang kamu mencari sebuah kesempurnaan dalam diri seseorang, maka kamu tak akan mendapatkannya.
Kalau bisa di bilang kamu tak cantik, hanya otakmu lah yang cantik dalam pelajaran.
Tapi aku bukan menghinamu atapun bilang bahwa kamu adalah wanita bodoh, yang dengan tega menolak cinta temanku.
Kamu gadis yang pintar, tapi bisakah kepintaranmu digunakan dalam sebuah percintaan?
Jika kamu bisa melihat seseorang yang tulus di hadapanmu, ia menghiburmu dan mengusap air matamu saat kamu ditolak oleh orang yang kamu cintai, dia juga memberikan perhatian dan ketulusan buatmu, bahkan rela menjadi orang yang bodoh sekalipun demi dirimu, namun bisakah kamu membuka matamu lebar-lebar, membuang jauh-jauh kacamata yang hanya akan memperburuk pengliatanmu terhadapnya,  maka kamu akan mengakui ia suatu saat nanti.

Memang semua ini adalah hakmu, cinta tak bisa dipaksakan. Aku bisa terima itu, tapi tidak untuk temanku.Saat ini ia terluka,  atas goresan yang telah kamu buat di hatinya.
Jika di dunia ini ada obat untuk mengobati luka batin aku pasti akan mencarinya dan memberikannya kepada temanku.
Namun, apakah kamu mampu mengobatinya? Aku tak tau...
Ketika semua orang tersenyum mendapatkan cinta mereka, dan hanya temanku lah yang menangis.
Temanku seorang pria, namun ia hebat. Ia rela mengeluarkan air matanya demi dirimu yang begitu berarti di hatinya.
Hai wanita, coba kamu mencari seluruh dunia, apakah ada yang mau menangis untu dirimu?
Saat dirimu menangis dalam sadisnya cinta dia datang bagai pahlawan tak diundang untuk menghiburmu, menghapus air matamu, membuat lelucon lucu bahkan bisa di bilang garing hanya untuk membuatmu tertawa.
Apakah kamu bisa membalas apa yang dia berikan untukmu saat sesudah kamu melukainya?
Kamu menodongkan pisau ke pria itu, membuatnya menjauh dan memaksanya agar hanya menjadi temank curhatmu setiap kamu butuhkan dia.

Kalau disebut curang dan egois itu tentu benar. Kamu mendapatkan semua itu dari diri temanku tapi kamu tak bisa memberikan sesuatu yang dia harapkan selama ini untukmu.
Harapan dia hanya satu tidak bermacam-macam yaitu sebuah cinta tulus yang kamu berikan untuknya.
Begitu beratkah dirimu sehingga menolak dan menyuruhnya melupakan cintanya untukmu?
Aku tak bisa berbuat apa-apa, karena orang yang dicintai temanku bukan aku melainkan kamu.

Aku hanya mohon jaga hatinya, jangan lukai perasaannya.
Jika memang kamu tak menyukainya, jangan berikan sebuah harapan dan pengharapan bahwa kamu akan mencintainya juga.
Biarkan dia pergi, namun saat ia sudah pergi dari dirimu, aku mohon agar kamu tak menarik hatinya dan menjebaknya seperti dulu kamu mempermainkan hatinya, layaknya tikus yang sudah diberikan umpan.
Biarkan hatinya bebas, maka tidak akan ada lagi orang yang menggangumu dan membisikan kata cinta yang tulus untukmu.


Dari temanmu yang mencintaimu dengan segenap hatinya

Selasa, 26 Maret 2013

masa depan yang menjadi masa lalu


Jika kamu hanya melihat sosokku sebagai angin yang dapat menghibur dan meringankan udara
Buat apa aku pernah dihatimu, buat apa semua senyum dan tatapan matamu yang kamu berikan kepadaku
Buat apa segalanya itu kau berikan? Apa kau ingin menipuku?
Aku pernah ada dihatimu, tapi mengapa kamu mengganti sosoku dengan dirinya.
Apakah dia lebih baik dariku, aku memang tak sempurna.
Mempunyai banyak kesalahan yang terkadang membuatmu hampir melupakanku.
Aku sadar terkadang aku tak pantas untukmu, sosokku hanyalah manusia biasa yang tak istimewa.
Tak ada apapun yang bisa kubanggakan, tapi setidaknya aku punya hati yang tulus untukkmu.
Apakah semua itu belum cukup untukkmu.
Mengapa kamu lebih cepat mengganti sosok dirikku dibandingkan aku.
Dulu aku punya sebuah harapan, walaupun terkadang harapan itu hanya akan menunggu keajaiban
Datang dari surga.
Aku ingin menjadi milikkmu, dan kamu menjadi milikku, tapi apakah itu dapat terjadi lagi sekarang?
Setelah semua ini terjadi?
Sekarang aku hanya menunggu pulihnya hatiku karenamu.
Harapan yang dulu menghilang, harapan yang berasal dari hati kecilku ini.
Semuanya sekarang hanyalah sebuah kehampaan, aku tak tau bagaimana selanjutnya aku tanpa
Sosok dirimu.
Meskipun kamu dan aku hanya berawal dari sebuah pertemanan dan menjadi sama-sama cinta.
Tapi aku berterima kasih pada Tuhan, karena Tuhan mengirimkan seorang pria yang mampu mengubah seluruh hidupku menjadi lebih baik.
Sekarang aku hanya manusia yang sendirian, walaupun ada teman-teman disampingku dan mendukungku, tapi bagiku belumlah cukup.
Hatiku hampa, menjadi gelap dan tak dapat terang kembali.
Buat kamu, aku hanya menginginkan kamu bahagia bersamanya. Jagalah ucapanmu saat berbicara dengannya agar tak melukai hatinya seperti kamu pernah melukaiku dulu dengan ucapanmu.
Buatlah pasanganmu menjadi bahagia dan nyaman sama seperti saat aku berada di hatimu.
Aku sadar kamu dan aku belum mempunyai hubungan lebih, tapi aku selalu menganggap kamu sebagai pacarku yang siapa tau suatu hari nanti akan menjadi kenyataan.
Jangan lagi kamu mengecewakannya dan buatlah dia tersenyum .
dan kata terakhir untukku buatmu adalah semoga kalian bahagia dan saling memiliki satu sama lain J

Kau Takkan Mencari Aku


Awalnya aku tak tau harus bagaimana menanggapi hari Senin yang bagi anak sekolah adalah hari Paling menakutkan.
Aku menjalani aktifitasku seperti biasa, bangun pukul 5 pagi dan berangkat pukul 06.15 pagi.
Tepat pukul 7 kurang 15 menit aku sampai dimana aku menimba ilmu dan belajar segalanya, menemukan teman yang mampu menerimaku apa adanya tanpa ada paksaan sedikitpun semuanya aku temukan di sebuah tempat yang bernama “Sekolah”.

Ketika akan menaiki tangga, aku melihat sosok adek kelas perempuan yang pernah diceritakan oleh dia , ku pandangi wajahnya dari jarak jauh sampai-sampai adek kelas perempuan itu melihat ku kembali.
Tak lama kemudian aku menaiki tangga dan menuju ke kelas, setelah sampai pada lantai 2 arah toilet perempuan pun ku lihat, tiba-tiba ada teman yang menegurku dan memanggil namaku yang aku kira siapa ternyata temanku bernama Tiwi.
Tiwi mengarahkan senyum manisnya ke diriku dan tak lupa aku membalasnya juga dengan senyumanku.

Setelah bertegur sapa, aku melanjutkan ke arah kelas, yap seperti biasa sebelum aku menuju ke kelas dimana aku belajar, aku selalu melihat ke arah kelas-Nya.
Kelas yang selama aku menyukainya selalu ku takuti jika aku melewati kelas tersebut, entah karena apa, aku tak ingin melihat sosok yang membuat jantungku berdebar seakan ingin lepas dari tubuhku.
Tapi bukan berarti aku tak ingin bertemu dengannya, hanya saja setiap melewati kelas itu aku ingin seperti memanggil namanya.

Tak ingin berlama-lama takut aku di curigai aku pun melanjutkan langkah kakiku menuju kelas, setelah sampai ku lihat teman-temanku sedang asik mengobrol, entah mengobrol apa aku tak tau.
Ku lihat suasana kelas yang sepi, hanya ada temanku Steven dan teman-teman yang satu deretan sebangku denganku.
“Hai” seperti biasa aku selalu menyapa teman-temanku dengan sangat ramai, sampai-sampai mereka terkadang kesal mendengar keramaianku menyapa mereka.
Setelah aku menyapa teman-teman, ku lanjutkan dengan mendengar musik tak lupa juga headset yang selalu ku bawa ku pakai juga.
15 menit berlalu, bel berbunyi dan pelajaran pun dimulai , dengan berat hati hari pertama setelah hari Minggu harus ku jalani kembali, ya mau tak mau harus tetap jalani.

Pelajaran pertamaku hari Senin adalah Bahasa Indonesia, ya bahasa Negriku sendiri, Ibu Maria pun memasuki ruang kelasku dan semua anak memberi sambutan hormat dengan memberikan salam selamat pagi untuknya.
Ibu Maria memberikan materi pelajaran, sambil belajar ia selalu bercerita dan mengingatkan kami semua yaitu sebuah “FOTO”, yap foto yang harus kami bawa agar raport kami dapat ditulis data-datanya.
Mungkin Ibu Wali Kelasku ini sudah hampir lelah mengingatkan kami semua untuk membawa foto, ya lelah sudah pasti karena hampir dari semester 1 ia mengingatkan kami untuk membawa foto.
Tapi mau bagaimana, bagi kelasku membawa itu bagaikan membawa barang yang benar-benar berat sehingga tidak pernah dibawa, padahal foto yang harus dibawa hanya 2 lembar dengan ukuran 2X2 dengan menggunakan seragam sekolah.

Bayangkan betapa malasnya kelas kami untuk membawa foto itu, bukan tak mau dibawa hanya saja penundaan untuk membawa dan rasa malas yang melanda menambah lengkap semuanya hanya untuk membawa sebuah foto.
Dan besok Selasa adalah hari terakhir membawa foto, ya kita lihat saja apakah ada yang membawa foto seperti permintaan Wali Kelasku itu, atau tidak ada yang membawa sama sekali dan seperti biasa penundaan dan kemalasan muncul.
Bel pun berbunyi dan pelajaran Bahasa Indonesia sudah berakhir, dan harus dilanjutkan dengan Pelajaran berikutnya yaitu Sosiologi.
Ibu Maria keluar kelas untuk mengisi kelas berikutnya.

Pelajaran Sosiologi pun dimulai.
 Ibu Etty membahas soal-soal Ujian Tengah Semester yang kemarin di ujiankan.
Setelah selesai membahas soal  bel istirahat pertama  berbunyi.
Semua anak pergi ke kantin SMA, tapi tak terkecuali Aku, Ivania, Tiwi, dan Nancy.
Kami ber empat memilih pergi ke kantin atas untuk makan nasi uduk langganan kami untuk mengisi perut kami yang sudah dari tadi lapar.
Istirahat pertama aku tak bertemu dengannya, ya mungkin Tuhan akan mengijinkan untuk aku bersabar.

Sekarang memang aku ingin menghindar darinya, bukan tak mau bertemu, tapi aku hanya ingin lihat apakah reaksinya jika aku bertemu dengannya.
setelah habis mengisi perut,  kami menuju kelas dan pelajaran berikutnya dimulai.
saat itu suasana kelas sedang ramai, anak-anak pada asik mengobrol, tak lama kemudian guru BK memasuki kelas dan semua anak memberi salam.
Guru BK memberikan informasi penting soal pekerjaan-pekerjaan dan menyuruh kami berdiskusi dengan teman sebangku apa yang akan dilakukan setelah lulus SMA.

Aku pikir ini adalah hal menarik, sambil aku bertanya pada Sri apa yang akan dilakukan olehnya setelah lulus SMA.
Hampir 30 menit diskusi aku dan Sri belum kelar-kelar juga bahkan sampai bel berbunyi.
Setelah pelajaran BK selesai lalu dilanjutkan dengan pelajaran Sejarah .
Kami pun diberikan tugas oleh Bu Noor untuk mengerjakan soal-soal Ujian Tengah Semester yang harus dikerjakan dengan cara essai.

Kringg... Bel kedua istirahat berbunyi.
Temanku mengajakku untuk membeli air minum di kantin, ah sebenarnya aku malas untuk pergi kesana, karena pasti aku akan bertemu dengannya.
Tapi mau bagaimana lagi, daripada temanku ngambek karena tak mau aku temani lebih baik, aku ikut saja menemaninya membeli air minum.
Dan ternyata benar, sebelum aku menuju ke kantin aku berpapasan dengannya .
Jantungku berdetak lebih kencang saat itu, ingin tersenyum tapi malu, ingin pergi tapi masih ingin melihat wajahnya.
Aku pun berhenti sejenak menatapnya sebentar lalu pergi menuju kantin, sambil berjalan menuju kantin aku tersenyum mengingat pertemuanku dengannya tadi. Seandainya aku bisa lebih lama menatapnya, ah pikiran khayal ku muncul lagi.

Setelah selesai membeli air minum, aku dan temanku menuju kelas.
Entah mengapa aku ingat akan apa yang aku rencanakan, aku pun menyuruhku temanku untuk ditangga saja sampai istirahat berbunyi.
Bel istirahat kedua berbunyi tanda pelajaran akan dimulai, aku dan teman-temanku masih berada ditangga.
Sedang asik mengobrol membicarakan orang yang disukai oleh Nancy sambil tertawa-tawa.
Tiba-tiba dia datang melewati tangga dan melihat ke arahku lalu menuju ke kelasnya, ah aku bertemu lagi dengannya.
Padahal aku sudah mengindar darinya agar tak bertemu, tapi dia lewat dan memandangku dengan tatapan itu.
Bagaimana bisa seperti diluar rencana begini sih.

Setelah melihatnya aku dan temanku kembali ke kelas, dan pelajaran dimulai.
Aku menyelesaikan tugasku yang diberikan guru Sejarah, sibuk mencari jawaban di buku catatan,
Secara tiba-tiba wajahnya yang tadi ku temui terlintas di benakku.
Konsentrasiku pun menjadi buyar, lalu aku memukul kepalaku agar wajahnya tak terbayang di mataki dan pikiranku.
Sejenak aku bisa menghilangkan wajahnya dan melanjutkan tugasku, tapi saat sebelum doa, wajah itu melintas lagi.
Dia seperti hantu buatku, datang tanpa diperkirakan dan pergi begitu saja dengan sejuta tanda tanya.
 Saat doa pulang dan sampai bel pulang wajahnya tetap menghantui pikiranku.
Ketika bel berbunyi, aku segera menarik tangan temanku agar segera pulang, dan aku berhasil, Saat pulang aku tak bertemu dengannya.

sampai dirumah, ku baringkan tubuh yang lelah ini menuju kasur untuk istirahat.
makan siang pun ku lewatkan, agar aku dapat istirahat lama.
Jam 5 sore aku bangun dan mengambil headset untuk mendengarkan musik, saat itu pulsaku sedang habis dan belum sempat isi pulsa.
Pulsa tak ada banyak yang mengirimiku sms, disaat pulsa ada hanya sedikit yang mengirimiku sms.
Sengaja aku tak membalas sms dari teman-temanku, entah karena malas atau memang aku malas isi pulsa.
Aku melirik jam dinding kamarku, dan ternyata sudah jam 6.
Aku menuju kamar mandi dan setelah selesai aku sih berencana untuk isi pulsa, ya sekedar online aja.

Selesai mandi, aku berjalan menuju konter pulsa dekat rumahku, dan tak lama kemudian ku nyalakan paket internetan dan siap untuk online.
Entah kenapa tiba-tiba aku merasakan sakit di dada dan air mataku seakan ingin menangis.
Tapi aku tak tau apa penyebabnya, lalu ku buka sebuah situs  dan menemukan sesuatu.
Ya sesuatu yang benar membuat hati ini seakan teriris-iris, ku usapkan tanganku dengan lembut di dada, agar aku lebih tabah melihatnya.
Ku baca semua yang ku lihat, tak terasa aku benar-benar menangis dan terasa seperti dadaku yang sangat sakit.
Sakit melihat apa yang di tulis oleh seorang perempuan, aku berusaha menahan sakit ini.
menahan semuanya, mencoba tersenyum disaat aku menangis, mencoba tertawa  dan menganggap apa yang aku lihat tadi hanya sebuah mimpi buruk.

Perasaan apa ini, mengapa aku menangis? Bukankah aku harus bahagia?
Karena pada akhirnya dia menemukan orang yang benar-benar dapat membuatnya nyaman.
Seharusnya aku berterima kasih pada perempuan itu, karena dia sudah berbaik hati menulis pengalaman bersama orang yang aku sukai.
Mencoba tegar namun sulit tapi harus ku jalani itulah gambaran saat aku melihat semua tulisan itu.
Perempuan itu sedang bahagia, sampai-sampai baginya orang yang aku sukai adalah malaikat yang turun dari surga untuk menemaninya berbicara sesuai dengan tulisannya.

Entah apa yang aku rasakan saat ini, ingin menangis sudah pasti sangat kecewa sudah tentu.
aku pun termenung “apakah aku hanya angin buatnya? Lalu buat apa tatapannya tadi terhadapku? Buat apa aku memikirkan orang yang jelas-jelas sedang bahagia sekarang bersama orang baru yang ada dihatinya?” sudahlah aku tak perlu mengingat semua ini.
Ini hanya membuat hatiku semakin sakit, semakit menderita jika aku mengenangnya.

Tapi apakah aku harus melupakannya setelah kejadian itu? tidak..
Hatiku belum sanggup atas semua itu, tapi akan ku pastikaan semua itu akan terjadi walaupun agak lama dan menambah rasa sakit hatiku. 

Minggu, 24 Maret 2013

Aku Ingin Melihat Semua Itu Bersamamu


Ketika sebuah lautan biru yang cantik melintas dibenak dan pikiranku
Aku ingin melihat betapa cantiknya lautan yang biru, ombak yang menggulung,
Suara ombak yang ribut, dan butiran pasir yang lembut.
Aku ingin lihat semua itu! Bisakah ada yang mengantarku menuju lautan biru yang cantik itu?
Sebuah harapan secara tiba-tiba muncul  di hatiku.

Andai seseorang disini, mengatarkanku menuju lautan biru yang ingin ku lihat itu.
Tapi apakah ada seseorang yang mau mengantarkanku? Sedangkan pacar pun aku tak punya.
Aku punya seseorang yang spesial dihatiku, tapi aku ragu.
Apakah dia mau mengantarkanku kesana, melihat semuanya secara bersama-sama.

Laut itu indah..
Sangat cantik , menarik dan begitu mempesona buat ku.
Saat sore tiba, matahari akan pergi dan menjadi sebuah sunset yang cantik.
Warnanya orange natural, tepat dibawah awan maka semua akan terlihat mempesona.
Bau laut saat air laut mulai pasang, udara yang dingin disertai angin yang sejuk.
Burung-burung pun tak ketinggalan untuk menikmati indahnya sunset di dekat laut biru.

Saat matahari meninggalkan awan dan bersembunyi lalu berubah menjadi malam
Semua orang menjauhi laut, karena pasang akan tiba saat menjelang sore ke malam.
Malam hari pun tiba, laut yang tak ada lagi menjadi sunset

Ketika malam tiba, aku menunggu datangnya bulan
Bulan yang bentuknya bulat dan bercahaya saat malam hari
Dan berada tepat diatas laut
Ya ampun betapa rindunya aku ingini melihat itu semua
Aku menantikan kapan hari itu tiba, saat dimana aku bisa melihat semua itu?
Semua yang ku impikan dalam khayalan diamku dan sebuah imajinasi akan diriku
Aku ingat, akan ada saatnya aku bisa melihat semua itu bersama seseorang yang sedang direncanakan Tuhan untukku suatu saat nanti
Aku hanya tinggal menunggu saat itu tiba

                                                                                                               Saat ombak bergulung
                                                                                                   Semua akan terasa sama saja jika ku                                                                                                   
                                                                                                    melihatnya hanya sendiri dan tidak
                                                                                                                     Tanpa dirimu

Seandainya aku tahu


Aku mengerti setiap kali aku ingin menatapmu  kau palingkan wajahmu
ketika ku pergi, lalu kau munculkan wajahmu kembali.
Saat aku berjalan hati ini seakan kembali, ingin memelukmu dan mengatakan
Mengapa kamu datang disaat hatiku gundah?           
Aku membuka mataku, semuanya terasa sama saja.
Sama seperti saat dimana aku harus kehilangan seseorang yang telah menorehkan namanya
Dihatiku ini.
Ketika aku dihadapi kebimbangan, kamu masuk dan memberi warna pada setiap
Apa yang aku inginkan, aku ingini, aku jalani, maupun aku laksanakan.
Aku ingin berhenti mencintai seseorang yang tak ada namaku dihatinya.
Aku pernah mengatakan pada seorang pria yang aku sukai, betapa aku mencintainya.
Saat ia mendengar pernyataanku, sosok pria yang aku sukai itu malah berdiam diri.
Entah dia mengerti ataukah hanya berpura-pura tak mengerti.
Apakah aku salah? Mengatakan terlebih dahulu, perasaan hatiku ini dengannya?
Maaf aku bukan wanita bodoh, aku hanya tidak mau kehilangan seseorang yang aku cintai lagi.
Kalau aku mengerti takdir, aku tak akan mencintainya.
Tak akan membuang air mataku dengan percuma, saat dia memberikan perhatiannya kepada orang
Lain dan bukan aku.
Kalau aku bisa menghitung seberapa banyak perjuanganku mendapatkannya, itu sama saja seperti
Menghitung bintang dilangit.
Yang tak akan terhitung jumlahnya, andai dulu aku tau kamu memang tak mencintaiku.
Maka hati ini tak akan ku biarkan melebar dan mengembang.

Minggu, 03 Februari 2013

KETIKA HATIKU BERDETAK DAN COBAAN CINTAKU DATANG!


Ketika jantungmu berdetak kencang, apa yang kamu lakukan?
Menatapnya lalu pergi?
Apa, pergi dengan senyuman?
Tadi ketika istirahat tiba, jantungku yang selama ini ku cari detakkan kencangnya tiba-tiba muncul..
Muncul  dengan tiba-tiba saat aku melihat seseorang...
Kepadanya senyumanku ku berikan..
Kepadanyalah tatapanku ku berikan..
Bahkan jika aku bisa kembali menatapnya, pasti akan ku lakukan..
Tapi bagaimana? Jika ku kembali, akan ada sebuah rasa malu melandaku..
Yah, kali ini aku hanya bisa pasrah..
Pasrah karena seseorang yang aku temui nyatanya sudah tak ada ketika pulang sekolah tadi..
Dia yang ku cari sampai mata ini lelah mencari ternyata sudah tak ada.

Yap, dia pulang duluan. ..
Dan satu lagi cobaan terbesar dalam cintaku..
Ketika aku merindukannya..
Dia lebih mementingkan orang lain daripada aku, yah maklum saja.
Dia lebih sibuk dariku..

Pada akhirnya, aku hanya bisa pasrah..
Aku hanya mengalah lagi..
Mengalah agar diriku kuat!
Menjadi kuat tak semudah membalikkan telapak tangan..
Karena itu adalah ujian!
Ujian yang lebih sulit dari soal-soal yang diberikan oleh guru-guruku di sekolah..
Menjadi kuat itu gak rumusnya..
Gak ada jawabannya..
Dan gak caranya, hanya bisa melakukannya..
Tapi...
Dengan adanya seperti ini, ini sama saja membuat siksaan batinku dimulai~

aku harus mengerti!


Ketika kamu harus menghadapi masalah sepertiku, apa yang kamu lakukan?
Aku membuat sebuah resolusi baru untuk hari ini, yakni jika kamu mengalami sebuah
Kedewasaan, maka kamu juga harus menghadapi masalah yang ada.
Apakah kamu sanggup?
Seseorang yang dewasa adalah bisa menyikapi masalah yang ada, tetapi ketika aku
Beranjak dewasa maka aku tidak akan siap menerima sebuah masalah yang akan terjadi itu.
Aku masih belum sanggup menerima itu semua, ketidakpercayaan diriku yang membuat semua
Ini .

Mungkin semua orang ingin menjadi anak kecil yang lucu, yang baru lahir dan belum mengerti
Apa itu sebuah permasalahan.
Dulu aku percaya, bahwa teman akan menjaga mulutnya dan menguncinya rapat-rapat jika iya tau
Masalah apa yang terjadi pada temannya.
Tetapi hari ini aku salah, semua orang tak ada yang sempurna.
Aku tau, ketika kita berteman, maka kamu akan mengenal bahwa semua orang berbeda karakter, tapi bisakah teman itu membuat temannya percaya bahwa iya akan menjaga rahasia temannya?

Aku tidak menuntut itu semua, tapi sebuah kekecewaan ternyata muncul di diriku.
aku tidak meminta sebuah pertemanan yang memiliki sifat spesial di diri temanku, tapi aku hanya meminta  agar iya menutup dirinya dari orang lain yang ingin mengetahui privasi temannya itu seperti aku.
Jika semua itu terjadi, apakah aku harus memarahi temanku? Tidak..
Semua itu salah, semua ini telah terjadi..
marah bukan menyelesaikan masalah, melainkan menambah masalah baru dan membuatnya menjadi rumit.
Jika dalam sebuah pertemanan ada janji, maka pasti janji itu akan diingkari suatu saat nanti.

Entah kapan, dimana, dan pasti saat yang tidak tepat!
Ingatlah! Sebuah pertemanan tak ada yang abadi.
Kalau memang pertemanan itu akan abadi, mungkin dia mampu membuat sebuah resolusi yang baik kepada temannya.

Aku tak tau harus berfikir apa, pikiranku terlalu penuh oleh hal lain.
Mencoba berfikir baik namun hatiku sakit, berfikir jahat tapi aku tak tega.
Aku sadar sebuah kata maaf tak akan mampu mengobati rasa sakit yang sudah dialami...
penyesalan tak berarti apa-apa...
Tapi hari ini aku akan mengerti